Tidak mau Mengganggu

1084 Words

Waktu sudah menunjuk angka sepuluh pagi. Yara yang baru saja selesai sarapan langsung menghampiri sang mama yang tengah duduk melamun menatap kosong ke depan. “Kenapa, Ma? Mama masih memikirkan tentang anaknya Mama Melinda yang laki-laki?” tanya Yara sembari duduk di samping sang mama. Rini menoleh pelan kepada sang anak. “Mama rasa, Reiner adalah anak kandungnya Melinda.” Yara lantas menganga. “Mana bisa, Mama. Terus, Reiner nikah sama Jihan berarti mereka … nggak mungkin lah, Ma. Mama Melinda mana mungkin menikahkan mereka karena saudara kandung.” Yara menolak asumsi sang mama karena mengira bila Reiner adalah anak kandung Melinda. Anak pertama yang hilang entah karena alasan apa, Yara tidak tahu. Rini menghela napas kasar. “Kalau Melinda sudah pulang, Mama ingin bertemu dengannya.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD