Menjelang pagi. Waktu menunjuk angka empat pagi. “Hei, bangun. Udah jam empat.” Reiner mengusapi pipi Yara dengan lembut. “Yara bangun, yuk! Udah jam empat. Nanti kesiangan bisa berabe, Sayang.” Yara lantas menggeliat setelah mendengar suara bising di telinganya. “Hhh?! Jam berapa ini?” tanyanya dengan suara seraknya. “Jam empat. Yuk, bangun! Aku antar kamu pulang.” Reiner berucap dengan lembut. “Nggak usah mandi di sini. Di rumah kamu aja. Irit air.” Yara lantas mengerucutkan bibirnya. Lalu beranjak dari tempat tidur dan mengikuti langkah Reiner yang lebih dulu keluar dari kamar tersebut. “Ini baju kamu yang tadi kamu pakai dan ini vitamin untuk kamu konsumsi. Jangan telat makan, jangan melamun.” Keduanya sudah tiba di depan rumah Yara. Perempuan itu kemudian mengangguk pelan. “Ter

