Rasa Bahagia Melinda

1066 Words

Reiner terkekeh pelan kemudian menatap Yara dengan sangat lekat. “Aku bukan makanan, tapi aku bisa memakan kamu,” bisiknya kemudian menggigit gemas telinga Yara. “Sepi nih! Nggak akan hamil kok,” bisiknya lagi hingga membuat darah Yara berdesir hebat. Yara memberikan mangkuk berisi oatmeal itu kepada Reiner. “Otak kamu kayaknya konslet, deh. Ini, makan dulu,” ucapnya dengan pelan. Reiner terkekeh kemudian mengambil mangkuk tersebut. “Duduk!” titahnya kepada Yara yang tengah berdiri di samping meja makan. Menurut. Perempuan itu duduk di samping Reiner yang tengah melahap oatmeal yang baru saja selesai dibuat. “Reiner. Kenapa sih, kamu suka banget jailin aku pakai kata-kata kayak gitu?” tanya Yara ingin tahu. Reiner menolehkan kepalanya dengan pelan kemudian mengulas senyum tipis. “Sen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD