Halunya Jangan Ketinggian

1081 Words

Yara mengusap keningnya kemudian melirik Bi Isah yang tengah duduk di sampingnya. Terbesit ide konyol dalam otaknya. Suara pintu yang terkunci membuat Tristan melirik ke arah kamar sang istri. “Jangan beri dia keluar sekali pun. Aku ke rumah Lily dulu sebentar. Buka pintunya hanya untuk memberi makan dia saja.” Tristan kemudian keluar dari rumah tersebut setelah Bi Isah masuk ke dapur sembari membawa nampan. “Hhh! Aman. Tristan udah balik ke istri mudanya. Pasti itu perempuan stress merengek minta ditemenin.” Yara menyunggingkan bibirnya. Ya. Yara menukar posisi dengan Bi Isah. Ia mengenakan pakaian Bi Isah agar tidak dicurigai oleh Tristan. Namun, karena Tristan pergi, ia pun masuk ke dalam kamarnya lagi. “Loh! Katanya mau kabur, Non? Kok malah masuk lagi ke kamar? Kalau Tuan Trista

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD