Damian menghentikan Tristan yang hendak membawa pulang Yara yang baru saja siuman. “Apa hak Anda melarang saya membawa istri saya sendiri? Rumah sakit ini sudah tidak aman bagi istri saya karena ada pengganggu!” Damian menghela napasnya sembari menggaruk keningnya. “Baiklah. Jika Anda mau memindahkan istri Anda ke rumah sakit lain. Tapi, Anda ingin melihat istri Anda mati karena luka di kepalanya?” Damian menaikan kedua alisnya, tengah bernegoisasi dengan Tristan agar jangan membawa Yara dalam kondisi seperti ini. Brugh! Yara mendorong dengan sekuat tenaganya tubuh Tristan yang hendak menggendongnya itu. “Aku masih ingin hidup, t***l!” pekik Yara sudah sangat marah. “Mending pulang! Yang ada kepalaku makin pecah lihat kamu, Mas!” “Oh! Jadi, kamu sudah mulai berani padaku, huh?” Tris

