Rain 11

1198 Words

Langkah Mentari terhenti ketika melihat mobil sedan berwarna hitam terparkir di depan gerbang. Mentari membuka gerbang perlahan, langkah kakinya menjadi pelan. Sepasang sepatu hitam mengkilat dan sepasang heels berwarna merah cabai berada di depan pintu. Mentari mengepalkan kedua tangan, napasnya memburu, matanya terpejam sesaat. Rasa sakit memenuhi hatinya. Dadanya seperti terhimpit batu yang sangat besar. Mentari selalu berharap bahwa dia segera terbangun dari mimpi buruknya. Mentari hanya berharap bahwa semua kehidupannya saat ini hanyalah palsu dan tidak nyata. Namun, yang Mentari lihat justru terasa sangat nyata. Ketika Mentari hendak berbalik menjauh dari pintu, suara seseorang membuatnya kembali menghentikan langkah. Suara yang berhasil menggoreskan luka pada hati Mentari. Suara ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD