"Bawa pergi pria itu keluar Mayra! Bawa dia kerumah kita, Kita selesaikan semua disana! " Papa yang masih memeluk Nayra yang belum sadarkan diri berusaha untuk tidak terbawa emosi. "Tapi pa, bagaimana dengan keadaan kak nayra? " "Nayra pasti hanya shock, Setelah dokter tiba papa akan menyusul, biar mamamu yang menjaga Nayra" "Baiklah pa" Mayra menarik kasar tangan Vano. Vano yang babak belur dengan wajah yang lebam dengan bibir yang masih mengeluarkan darah menjadi tontonan beberapa orang dirumah sakit. Kini Mayra dan Vano sudah berada di dalam mobil. Mayra melihat Vano yang sudah sangat berantakan cukup merasa iba, wajah Vano sungguh membuatnya kasihan, Mayra tidak menyangka sang papa bisa sebrutal itu. Vano hanya diam sambil memegang luka dibibirnya, mengambil tisu yang ada

