Alaric membuka pintu. Dan mendapati istrinya duduk menghadap jendela tengah menatap senja. Semburat oranye menghiasi langit. Petakan-petakan awan tampak seperti baru saja memberi apresiasi pada matahari yang selesai bekerja. "Aku mendengar dari Sara kau belum menyentuh makanan apa pun sejak pagi. Lalu Nina membenarkan." Pandora masih diam. Seolah enggan untuk bersuara atau tenggelam dalam lamunan. "Pandora?" Gerakan kecil mengundang tanya. Alaric menatap istrinya datar saat Pandora menurunkan sebelah kaki, memijak lantai. "Rei bertamu?" Masih tidak ada jawaban. "Mengapa kau tidak mengangkat panggilan dariku?" Alaric hanya perlu menatap istrinya guna mencari jawaban. Namun nihil. Sia-sia saja dia memaksa. Pandora tampak malas untuk bertengkar. Atau sekiranya, berdebat. "Kau mendeng

