Nirvana benar-benar tidak tahan lagi. Tembok istana seolah mencecarnya dengan beribu pertanyaan yang menuntut jawaban. Sama seperti isi kepalanya. Cukup sudah! Saat mereka bertemu kembali, Nakia tampak lebih tenang. Pertemuan mereka memang tidak disengaja. Sebab, Nakia baru saja kembali dari luar istana untuk membawa katalog baru milik ratu. "Nona Nakia." "Nirvana," ia tersenyum pada gadis manis itu. "Apa kabar? Kau tampak lebih sehat dari sebelumnya." Kedua mata Nirvana memancarkan keyakinan. Nakia tiba-tiba diam, menarik napas dan merasakan semangat gadis itu menulari dirinya. "Ada apa, Nirvana?" "Aku tidak ingin berbasa-basi lagi. Secara aku memikirkan Madam Ellie dan Duchess sekarang." "Duchess?" Alis Nakia tertaut. "Apa dia baik-baik saja?" "Kurasa tidak," balas Nirvana pahit.

