Episode sebelumnya .... “Dea!” panggilnya membuat Dea mengangkat wajahnya. “Mau kembali ke Paris, nggak?” Dea bangkit dari duduknya dan menghampiri sang ayah dengan mata yang berbinar. “serius aku boleh kembali ke Paris?” tanya Dea antusias. Heru mengangguk. “Ayah akan menghubungi bibimu dan ia akan menjagamu di sana. Jangan kembali ke Indonesia sebelum ayah menyuruhmu!” Heru kemudian bangkit dan berjalan perlahan keluar ruangan. Ia hanya melirik sekilas wajah girang putrinya yang membuatnya mengulas senyum. “Maafin Ayah, Dea,” bisiknya lirih. Setelah menutup pintu, ia kemudian mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. “Tunggu b******n tengik, aku tidak akan membiarkan diriku jatuh sendirian,” desisnya. **** “Udah semua?” tanya Rio sekali lagi untuk memastikan tidak ada bara

