"Kenapa kamu marahi Nala!" Tatapan Azka beralih pada Arman, matanya menatap semakin dingin dan menusuk dengan aura gelap luar biasa. Azka kembali menoleh pada Nala dengan tak memperdulikan Arman. "Nala gak salah dia bahkan lagi diem dan mobil yang di bekalang nabrak dia gitu aja, " jelas Arman. Kalau Arman tak salah lihat pria ini adalah pria yang dia lihat di rumah Nala kemarin. "Saya tidak sedang bicara dengan kamu." "Tapi kamu marahi Nala, padahal ini jelas bukan salah Nala." Nala menatap kedua pria yang berdiri berlawanan ini dan entah mengapa suasana berubah menjadi panas seolah sekitarnya di penuhi aura api yang siap membakar. Nala mengerjapkan matanya ke arah Maura yang dengan cepat menarik Arman. "Bang kita pergi dulu aja." Tatapan Arman masih tertuju pada Azka begitu pun

