"Mas!" Nala menghentikan Azka yang hendak membuka pintu mobilnya. "Aku numpang, ya," pintanya dengan senyuman. "Mas buru- buru. Dan mulai sekarang kamu bakalan di antar jemput supir." Azka menunjuk seorang pria paruh baya yang berdiri di depan mobilnya. Mobil miliknya yang tak pernah sama sekali dia kendarai sebab tak ada izin dari Azka sendiri. Tatapan Nala kembali beralih pada Azka. Dia tahu pria ini sedang menghindar dan membuatnya tak mendekat lagi. Namun jangan kira Nala akan menyerah begitu saja. "Sejak kapan ada supir baru?" "Sejak hari ini." Dan itu artinya memang Azka yang mengatur supir itu untuknya. "Oke." Nala mundur satu langkah dan tak menghalangi kepergian Azka lagi. Dia tak membantah dan tak mengatakan apapun lagi. Azka yang awalnya mengernyit bingung akhirnya kemb

