Nala melihat tatapan itu, tatapan tajam dan menghunus yang membuat Nala merinding ketakutan. Namun sebisa mungkin Nala bersikap acuh dan justru melambaikan tangannya ke arah Arman yang tersenyum dan melakukan hal sama lewat kaca mobilnya. Meski dahi Arman mengernyit menahan rasa penasaran akan siapa pria di depan sana, Arman tetap melajukan mobilnya untuk pulang. Mungkinkah itu Azka? Jika ya, Arman memang sedikit tak percaya diri sebab yang di katakan Maura ada benarnya. Dia sedikit lebih tampan, sedikit lebih tinggi, dan terlihat sedikit lebih kekar darinya. Hanya sedikit. Tapi jika untuk membuatnya menyerah tentu saja tidak. Yang justru jadi pertanyaan Arman adalah kenapa pria itu ada di rumah Nala? Nala membalik tubuhnya saat mobil Arman sudah tak terlihat. Melihat wajah Azka yang

