Maura menaikan alisnya saat melihat Arman berdiri di depan pintu kamarnya. Pria itu menatap serius dengan tangan bersedekap di d**a. "Apa?" tanya Maura masih dengan wajah penuh tanya. "Abang mau bicara." Arman menerobos masuk ke dalam kamar Maura lalu duduk di kursi belajar adiknya itu. "Ngomong apa sih? Serius banget?" Maura membiarkan pintu kamarnya terbuka lalu menghampiri Arman. "Siapa Azka?" Maura menghela nafasnya saat mendengar pertanyaan sama dari Arman. "Udah aku bilang itu bukan urusan Abang. Lagian kenapa ngotot banget sih pengen tahu?" Meskipun Arman kakaknya, tapi Nala juga sahabatnya, jadi jangan harap dia mengatakan rahasia yang sudah janji dia pegang erat pada Nala. "Kalau Abang bilang, Abang suka Nala, gimana?" Mata Maura terbelalak dan menatap tak percaya. "Apa?!"

