"K-kamu nanya apa sih, Rin?" Raka mencoba tetap tenang meski rasa curiga sudah terlanjur menguasai. Curiga kalau Ririn sudah tahu rahasia sebenarnya. "Ada yang hobi ngeles, tapi sayang bukan bajaj. Aku tau, kamu menjual kehormatan Windy pada Gery dengan harga tiga ratus juta, kan? Sekarang aku tanya, di mana uangnya? Kamu pakai buat apa uang sebanyak itu? Buat selingkuhan kamu, iya?!" "Rin, kalau mau bahas masalah ini, sebaiknya di rumah aja, Rin. Di sini malu jadi bahan tontonan orang." Beberapa pengunjung kantin memang ada yang tengah berbisik-bisik membicarakan mereka. Karena tadi ucapan Ririn terdengar lumayan keras. "Oh, rupanya kamu masih punya rasa malu juga? Memangnya kenapa kalau aku bahas masalah itu di sini? Kamu malu kalau kamu ketahuan jual adik ipar kamu sendiri, iya?

