"Raka k*****t itu main mengundurkan diri aja?! Sial!" Gery melempar sembarang kertas berisi surat pengunduran diri dari Raka. Surat itu tahu-tahu sudah berada di atas meja ketika Gery memasuki ruangannya. Jujur saja, pagi ini ia telah berencana ingin membuat perhitungan dengan asistennya itu karena ulah Raka yang sudah membocorkan rahasianya pada Aira kemarin. Namun, Raka malah memilih mengundurkan diri tanpa menghadapnya sekali pun. Gery merasa dikhianati habis-habisan oleh Raka. Lelaki dengan kemeja berwarna hijau tosca itu memilih duduk di kursi kebesaran dengan perasaan kacau bercampur amarah. Gery sangat marah dengan pengkhianatan yang dilakukan Raka. Bisa-bisanya pria itu berani memberi tahu Aira perihal rahasia terbesarnya. Memang kemarin Gery terlihat sombong ketika Aira mengan

