"Aaa ... buka mulutnya." Diana sedang membujuk Windy agar bersedia membuka mulut. Gadis itu tengah menyodorkan sesendok nasi yang di atasnya sudah ada sayur dan lauk di depan mulut Windy. Namun, Windy sama sekali tidak mau makan. "Nggak enaklah makanan sini. Nasinya lembek gitu kek bubur. Gue bukan nenek-nenek kali, Di." Windy segera membuang muka ketika Diana lagi-lagi menyodorkan sesendok nasi untuknya. "Lah terus elo mau makan apa kalau nggak mau makan ini? Namanya juga orang sakit, ya makannya bubur dong." "Gue yang sakit tangannya ya, bukan lambungnya. Kecuali kalau gue sakit lambung, baru mau nggak mau gue bersedia makan bubur." "Akh, rewel banget sih lo, Win, jadi pasien. Dah buruan bilang lo mau makan apa? Gue coba pesenin ke go food." Diana meraih ponsel pada tas slig bag m

