"Win, selama setahun gue bekerja jadi asistennya Pak Gery, baru kali ini gue denger dia ngomong pake sebutan 'saya' di depan asistennya. Ini bener-bener daebak, Win. Kayaknya dia ada sesuatu deh sama lo. Itu kenapa tadi tiba-tiba dia bilang kalau elo godain dia? Lo serius berani godain atasan, Win?" Selama menikmati jamuan makan siang di kantin kantor, Riana senantiasa mengoceh menanyai Windy. Sementara Windy merasa malas untuk menjawab semua pertanyaan sahabatnya itu. Windy lebih fokus mengunyah makanannya. Meski sejak tadi ia harus memendam rasa kesalnya karena telah dipermalukan oleh Gery. "Ini juga aneh banget loh, Win. Kemarin itu, pas Pak Gery memeriksa data-data elo, dia langsung milih lo buat jadi asistennya, Win. Jangan bilang kalau sebelumnya kalian udah pernah deket ya?" Ria

