"Win, tolong kamu jangan nekat. Jangan temui pria itu lagi, Win." Ririn menghalangi langkah adiknya yang pagi ini sudah siap berangkat ke kantor untuk melakukan interview. Sepagi ini Ririn sudah mendatangi Windy di kamar kosnya hanya demi mencegah kepergian gadis tersebut. Ririn hanya tidak mau sang adik berhubungan lagi dengan Gery apa pun alasannya. "Kenapa sih, Mba? Aku di sana niatnya kerja loh, nggak ngapa-ngapain," jelas Windy. "Mba nggak percaya kalau kamu cuma niat kerja aja. Kamu punya rencana apa sih, Win, mau deketin Gery lagi? Udah deh, jauhi dia, lupain dia, Win. Kamu berhak mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari Gery." Windy yang tengah memoles wajah dengan bedak lantas meletakkan bedaknya di atas meja rias kemudian berdiri menghadap Ririn. "Mba suruh aku l

