**** Wanita cantik dengan pipi tirus serta rahang sempurna itu membanting tasnya ke atas ranjang dengan kesal. Perasaannya semakin tak karuan ketika mengingat detik-detik pertengkarannya dengan Dhante Shie Widjaya—sang mantan kekasih di Davinci Cafe tadi. Bagi Davia, sifat Dhante yang berubah sangat mengejutkan tersebut berawal dari penolakan yang ia lontarkan tempo hari. Sekarang ada perasaan menyesal yang tumbuh dari lubuk hatinya. Davia mendengkus, bukankah ini semua dirinya-lah yang memulai? Davia berjalan menuju ke arah dapur, menyambar gelas lalu menuangkan air putih di sana. Meneguknya sampai tandas, kekesalan Davia belum juga sirna. Wanita bercat rambut warna pirang mengempaskan bokongnya di kursi, derit kursi yang menopang tubuhnya sama sekali tak dihiraukan oleh wanita berparas

