42. Bertemu Dory

1266 Words

**** Minuma teh dingin merek Pucuk Kuncup itu terasa nikmat saat melewati kerongkongan Deya. Beberapa saat yang lalu ia nyaris meregang nyawa akibat serangan Davia yang begitu tiba-tiba. Beruntung Tuhan masih baik dan menyelamatkannya jika tidak, entahlah, mungkin bendera kuning akan melambai di rumahnya. Lagi pula jika bendera itu berhasil berkibar disana, apa peduli nenek padanya? Mungkin nenek hanya akan menangisinya sebentar lalu kembali bahagia dengan anak bungsunya. Dia cuma apa? Ya, cuma serpihan debu sekarang. Deya kembali meneguk tehnya. Sebotol besar ukuran 500ml berhasil ia habiskan dalam sekejap, wajahnya terlihat kusut dan penuh tekanan. Hanya saja tidak banyak yang tahu akan penderitaan Deya saat ini. Sebuah rengekan kecil tertangkap telinganya, ia melirik sekilas suara bo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD