9. Hukuman Dhante

1394 Words

*** Tadi malam adalah hari yang sangat melelahkan. Satu kali seumur hidupnya, Deya merasa capek sekali dalam hidupnya. Rasa pegal yang menggelayut pundak dan rasa berat di kepalanya tidak sanggup untuk ia lawan. Membuka mata ketika sinar matahari menembus celah jendela kaca dan secara tidak langsung mengenai tubuhnya, Deya mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi pada dirinya tadi malam. Mengedarkan pandang dengan posisi tubuh masih dibuntal selimut tebal, Deya mencoba berpikir dimanakah ia sekarang? Sebuah kamar yang begitu asing lagi mewah kini tersaji di depan kedua matanya. "Kau sudah bangun?" tanya seseorang, membuat bola mata Deya membulat dan tak sanggup untuk berkutik walau sejenak. "Ayo bangunlah! Sekarang sudah pukul delapan pagi. Sampai kapan aku harus menungguimu ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD