23. Bertemu Tante Monita

1509 Words

**** Seperti janji Dhante pagi itu, pria yang memiliki bisnis tersohor tersebut mengantar kekasihnya ke sekolah. Dhante tak malu-malu menampakkan diri di hadapan teman-teman sebaya Deya. Walau ia memiliki usia yang tergolong cukup matang, ia tidak memungkiri jika ia memiliki seorang kekasih yang kata orang—masih ingusan dan bau kencur. Mau bagaimana lagi, ia kadung terpikat dan nyaman selama dekat Deya. Jadi, apakah perlu menghindari sesuatu yang jelas-jelas membuat kita nyaman hanya karena sebuah gengsi? Tidak sepertinya. Dhante tersenyum ketika mobil lamborghini miliknya berhenti tak jauh dari gerbang sekolah. Mobil impor dengan warna kuning sangatlah terlihat berkelas, tak ayal semua siswa yang melewati mobil tersebut berbisik-bisik dengan tatapan penuh tanda negatif. Deya menatap ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD