14. Kejutan Kecil *** Dipa dan Wulan berlari kecil ke arah Deya yang sudah duduk manis di kursi kelasnya. Gadis berambut pendek terlihat menekuni sebuah buku yang sengaja ia pinjam dari Rheina, temannya yang duduk di sebelah mejanya. "Deya, apa benar kamu sakit? Maafkan aku, gara-gara pestaku kau harus menderita dan ijin selama satu hari." Dipa mengungkapkan penyesalannya sembari berdiri di depan meja Deya. "Tapi jangan khawatir, guru tidak akan memarahimu. Kemarin si serigala—, ehm, maksudku pria yang menjemputmu saat mabuk itu datang ke sekolah dan memintakan ijin untukmu. Tidak hanya ke wali kelas, ia langsung memintakan ijin pada Pak Joko, kepsek kita." Wulan mengimbuhi. Mata Deya membulat, ia tidak merespon apa yang diucapkan Dipa maupun Wulan. Pantas saja saat ia masuk ke seko

