**** Senja kala itu sirna dengan begitu cepat, cakrawala yang semula menampakkan keindahan kini berganti dengan pekatnya malam yang begitu dominan. Deya terdiam ketika pria dewasa yang ia juluki sebagai serigala jahat itu menuntun langkahnya memasuki mobil. Melihat keadaannya yang kacau, Deya tak sampai hati menolak pria itu atau bahkan menimbulkan masalah baru. Di dalam mobil, Deya memilih diam. Tak ada niat dalam hatinya untuk bertanya tentang apa yang terjadi pada pria posesif tersebut. Mungkin bagi Dhante, Deya masihlah terlalu kecil untuk memahami apa yang dirasakan pria dewasa saat ini. Tidak ingin dianggap enteng, Deya lebih memilih membungkam mulut hingga pria itu sendirilah yang akan menceritakan keluh kesahnya dengan sukarela. Suasana perkotaan masih ramai, beberapa kendaraan

