“Jangan panggil seperti itu. Panggil saja Mama,” ucap Alice setelah melepas pelukannya. Senyum bahagianya tak pernah lepas dari wajah Alice sejak kedatangan putra sulungnya dengan membawa seorang wanita. Meski Nico mengenalkan Lili sebagai asisten pribadinya, tapi menurut Alice ini adalah sebuah kemajuan yang sangat pesat. Pasalnya, sebelum ini Nico tidak pernah membawa seorang wanita jika dirinya meminta Nico pulang. “Jangan berlebihan, Ma. Dia hanya karyawanku.” Nico menekankan kata ‘karyawan’ supaya ibunya tak bertindak berlebihan. Nico membawa Lili tak memiliki maksud lain, ia hanya ingin Lili membantunya untuk menjawab pertanyaan yang sudah terlalu terlalu malas dijawabnya setiap kali berkumpul dengan keluarganya. Bukan malah justru membuat salah sangka dengan kehadiran Lili disana.

