Bab 29

1468 Words

Sudah berjam-jam lamanya Lili terus memandangi wajah lelap Nico. Mungkin saja seharian ini lelaki itu melalui hari yang panjang dengan kegiatannya yang padat. Belum lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus bisnisnya yang lain. Lili tak tega membangunkan Nico meski cacing didalam perutnya sudah protes dan minta diisi makanan. Andai saja tadi Lili tidak berbohong dengan mengatakan sudah makan saat Nico bertanya padanya maka ia tidak akan kelaparan seperti ini. Penyesalan memang selalu datang paling belakang. Kini Lili hanya bisa menunggu sampai Nico terjaga. Dan untuk satu hal ini, mungkin adalah bonus untuk kesabaran Lili. Ia bisa melihat wajah tampan bak dewa adonis sedang tertidur lelap dihadapannya. Sungguh Wajah itu terlihat begitu damai dan tanpa cela. Garis rahangnya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD