“Melarang adik anda sendiri untuk datang?” tanya Lili dengan dahi mengernyit. Sungguh, terkadang Nico memang selalu bertindak diluar dugaan. Adiknya saja ia larang untuk menemui Lili, entah apa pula alasan lelaki itu tidak memperbolehkan adiknya datang. Lili sampai memijat dahinya sendiri. Merasa pusing dengan tingkah Tuannya yang sedang aneh. Nico kembali menyuapkan satu pitong daging kedalam mulutnya sebelum menjawab. Melihat ekspresi Lili menjadi hiburan tersendiri untuk Nico. Bahkan sudut bibirnya merekah. “Aku tidak mau kamu terkontaminasi oleh dia.” “Memangnya Nona Maya itu virus sampai anda takut saya terkontaminasi karena kehadirannya?” Demi apa Lili sungguh ingin memukul kepala Nico saat ini. Bagaimana bisa lelaki ini menganggap adiknya sendiri adalah hal yang akan membuat Lili

