Pagi ini Lili berdiri didepan pintu kamar Nico dengan bathdropenya. Ia terjaga saat mata hari sudah menjulang tinggi. Terlalu kelelahan pun sangat nyaman dengan ranjang yang ia tiduri membuat Lili jadi kesiangan “Tuan...” Lili memanggil Nico dengan mengetuk pintu sebelumnya. Ia khawatir jika Nico ternyata sama kesiangannya dengan Lili membuat Lili semakin merasa bersalah. “Bangun, Tuan!” Tak ada jawaban dari dalam sana. Jika dirumah, Lili diberi akses untuk keluar masuk sesuka hatinya. Tapi ini bukan dikediaman Nico. Pun lelaki itu tidak memberinya akses untuk masuk kedalam kamarnya. Atau mungkin Nico ingin memiliki privacy hingga untuk sekali ini saja lelaki itu bisa bebas membawa wanita kedalam sana. Lili mulai berpikir tak tentu arah. Mulai dari Nico yang mabuk sampai Nico yang mela

