Bab 43

1504 Words

Suara bersin itu membuat Lili langsung berjengit. Kedua alisnya tertaut satu sama lain karena melihat wajah Nico yang terlihat mulai memarah. “Tuan sakit?” tanyanya menyelidik. Meskipun bersin belum tentu menjadi tanda bahwa seseorang sakit, tapi melihat bagaimana selama ini Nico mulai mengeluh dengan rasa badan yang tak menentu membuat Lili menjadi khawatir. Nico menggeleng. Meski ia merasa suhu tubuhnya mulai naik, tapi kehadiran Lili membuatnya lebih baik dan sedikit banyaknya bisa membantu mengembalikan konsentrasinya yang hilang akibat kedatangan lebah betina tadi. “Duduk disana. Pekerjaanku tinggal sedikit lagi selesai.” Nico meminta Lili untuk menunggunya didekat bekal yang tadi ia letakkan diatas meja. Diam-diam Lili mulai mengkhawatirkan kondisi Nico. Ia mengingat kembali pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD