Setelah kepergian Jerry, Lili menatap pintu dimana bertuliskan nama Nico disana. Ia tahu, Nico tidak akan bermurah hati padanya apalagi Lili sudah terlambat jauh dari jam yang ditentukan Nico tadi. Saat ini jam sudah menunjukkan jam pulang kerja sedangkan Lili baru saja tiba di kantor Nico. Lili menghela napasnya sejenak. Ia melangkahkan kakinya pelan sampai berdiri didepan pintu. Jantungnya semakin berdegup kencang saat semakin dekat dengan ruangan Nico. Tangannya mulai terangkat, mengetuk pintu berwarna hitam itu sebelum masuk kedalam. “Selamat sore, Tuan,” sapa Lili setelah berhasil membuka pintu ruangan Nico. Ia melihat lelaki itu tengah berdiri disamping mejanya, memegang lembaran kertas dengan dahi berkerut. Jasnya sudah tertanggal dari tubuh atletisnya. Hanya tinggal kemeja putih

