Bab 19

1135 Words

“Tuan, bisakah aku tidak menjalani tes kesehatan hari ini?” tanya Lili dengan penuh permohonan. Sejak semalam ia tidak bisa tidur karena membayangkan tes kesehatan yang harus ia jalani hari ini. Tatapan Lili begitu memelas. Bahkan raut wajahnya terlihat cemas dan ketakutan. Telapak tangannya panas dingin dan terus menerus mengeluarkan keringat. “Teruslah memohon sampai hatiku benar-benar tergerak untuk membebaskanmu.” Nico yang sedang duduk disamping Lili hanya menjawab santai. Wanita yang menjadi asisten pribadinya itu terus saja memohon untuk membatalkan pemeriksaan ini. “Tuan, ku mohon.” “Ck..” Nico berdecak sebal. “Kenapa kamu begitu bawel sekarang? Lagi pula pemeriksaan ini tidak akan sakit. Untuk apa kamu sampai takut seperti itu?” tanyanya dengan dahi berkerut. “Saya membayan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD