“Soal itu...” Lili menjeda ucapannya. Lagi-lagi terdiam sejenak. Bingung hendak menyampaikan mulai dari mana pada Nico. Ia sangat yakin jika percakapan ini pasti akan membuatnya menuai suatu masalah dan Lili tidak mau hal itu terjadi. Sungguh Nico jadi gemas sendiri. Lagi-lagi asisten pribadinya itu menggantung ucapannya dan semakin membuat Nico penasaran. Tidak tahukah Lili jika Nico tidak bisa dibuat penasaran seperti ini? Wanita yang berdiri dihadapannya ini benar-benar membuat Nico harus mengusap d**a karena Lili sudah berhasil membuat Nico merasa penasaran sekaligus kesal dalam satu waktu. Dan Nico sudah tidak bisa lagi menunggu lebih lama. “Ck..” Nico berdecak pelan. “Sepertinya kamu memang ingin dicium ya!” Lili yang tampak sedang berpikir dengan wajahnya yang menunduk langsun

