Melihat sikap putrinya, Thomas tahu ini pasti tentang Lucas. Ia merapat ke dekat putrinya “ada apa, kenapa bisik-bisik begini?” tanyanya lagi. “Jangan keras-keras,” tegur Aleah sambil sesekali mengawasi Lucas yang masih duduk di tempatnya. “Ayah, Lucas benar-benar akan menginginkanku, dia berniat menjadikan aku miliknya, aku harus bagaimana?” tanya Aleah. “Bagaimana lagi, terima saja, bukankah kalian saling mencintai?” seloroh Thomas. Aleah mendelik karena suara Thomas yang cukup keras. Ia kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga ayahnya “ayah, kubilang pelankan suaramu,” tegurnya “kenapa ayah mudah sekali mau menerimanya, aku bahkan tidak yakin akan mengatkan apa padanya,” ungkapnya. Thomas menghela napas “jika kau memang tidak mencintainya kau pasti akan dengan mudah menolaknya,”

