Ungkapan cinta Lucas terus terngiang-ngiang di telinga Aleah bahkan sampai terbawa ke alam mimpinya. “Aku mencintaimu, Aleah, aku sangat mencintaimu,” “Kau milikku, Aleah, kau kekasihku,” “Aku mencintaimu, aku mencintaimu,” “Aleah…Aleah…” Aleah terbangun dari tidurnya dan nyaris saja melompat. Napasnya terengah-engah dan keringat memandikan tubuhnya di pagi-pagi buta begini. Ia menghela napas lega karena ternyata itu hanya bunga tidur saja. Karena matahari sudah hampir terbit ia pun pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk disajikan pada Rachel dan Thomas setelah itu ia harus bersiap untuk kembali masuk kerja hari ini. Aleah sangat berdebar karena ia akhirnya bisa masuk kerja lagi tanpa ada masalah. Rafael benar-benar baik mau membantunya tanpa ia bisa membalas. Setidaknya nanti ia a

