Hujan Papua turun amat rajin. Selama 9 bulan, Arga dan kawan-kawan sudah berteman karib dengan panas dan hawa dingin, serta hujan. Seperti hari ini. Hari terakhir sebelum kepulangannya, mereka harus berpatroli di distrik Sinak berkawan hujan deras. Beberapa anggota Arga ada yang tinggal di pos karena keganasan cuaca di pegunungan itu. Lainnya tetap semangat melaksanakan tugas negara kendati ini hari tak kondusif. “Izin Danton, kami mendapat laporan kalau jembatan di sungai tepi barat putus karena air sungainya meluap,” lapor Serda Ismail pada Arga yang masih berada di dalam mobil. “Lanjut?” “Ada beberapa warga pedalaman yang tidak bisa melintas. Mereka hendak menjual sayur di pasar,” lanjut Serda Ismail tegas. Arga mengangguk. “Letda Egi, Sertu Indra, Pratu Rio, analisis! A

