"Kamu itu gak bisa di tebak, kadang manis kadang nyebelin. Tapi aku tetep aja sayang sama kamu doang." *** Gara memijat pelipisnya, Nadien benar-benar membuat nya bingung. Meski Gara hanya membuat bahan-bahan tapi entah mengapa ia malah membuat nyaman Kay berada di sampingnya. Saat menepuk bahu Gara dari belakang, lalu duduk di kursi panjang yang di duduki oleh Gara juga. "Kenapa Gar?" "Mendorong gue Dan, apakah lo di kasih pilihan buat milih antara cewek yang jadi cinta pertama lo atau cewek yang lo jadiin mainan tapi bisa bikin lo nyaman?" Raddan terkekeh. "Sulit banget pilihannya, bisakah gak ada pilihan lain?" "Gak ada, jawab aja sih!" Raddan terlihat sedang berfikir. "Kalau gue tergantung, kalau suka pertama gue juga suka sama gue. Gue ya pilih dia tapi enggak udah jelas pili

