Sudut Pandang Bianca Aku melangkah masuk ke dalam gedung bata dua lantai dengan kanopi bertuliskan 'Klien Real Estate'. Seorang wanita yang sudah berumur duduk di belakang meja besar dengan vas berisi mawar merah yang indah. Dia tersenyum saat melihatku. “Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya ramah. “Aku ada janji dengan Pak Klien. Namaku Bianca Martin. Seharusnya dia sudah menungguku.” “Tentu, Bu Martin. Silakan duduk, Pak Klien akan segera menemui Anda.” Aku duduk dan mengambil ponselku. Aku terkejut melihat tidak ada pesan lagi dari Regar. Sebagian diriku merasa lega, tapi sebagian lagi yang masih mencintai suamiku merasa sakit hati. Aku tau ini terdengar aneh, tapi aku sudah mencintai pria itu selama sepuluh tahun. Dulu aku pikir akan menghabiskan sisa hidupku dengan

