Bab 5: Menjadi Wanita Malam

1057 Words
Andre kembali ketempat duduknya dan menerima pujian kembali dari teman sebangkunya. "Keren juga lo. Kita-kita aja yang sudah lama disini pusing dengan pelajarannya Pak Sutrisno. Nah elo baru sehari sekolah udah bisa ngerjain soal-soal rumit itu," puji Didit sambil menepuk pundak Andre. "Ah biasa aja. Kebetulan dari dulu gue emang suka sama pelajaran kimia." "Walah pantes. Gue mah kagak suka jadi berasa rumit aja hawanya haha." Sambil menunggu teman-teman lain menyelesaikan soal-soal yang diberikan Pak Sutrisno, Andre menghabiskan waktunya untuk menulis sebuah puisi cinta untuk Fatin. Saking fokusnya, dia tidak sadar kalau ternyata guru kimia itu sudah ada dibelakang kursinya. Dia telah menangkap basah puisi cinta yang ditulis Andre. Ternyata selain pintar dan lucu, Andre juga puitis sekali. Guru kimia itu membuka suaranya dan membuat Andre kaget. "Bagus juga puisi kamu, ayo coba bacakan didepan kelas!" perintah Pak Sutrisno. "Tidak Pak, saya malu." "Yasudah kalau gitu ayo Dit kamu saja yang bacakan!" "Baiklah Pak," jawab Didit. "Pak saya mohon jangan dibaca!" keluh Andre. Akhirnya Didit maju kedepan kelas dan membacakan puisi cinta yang ditulis Andre untuk Fatin. Indahnya bunga, tidak seindah wajahmu Halusnya kapas, tidak sehalus kulitmu Kau begitu anggun penuh pesona Sunggu sempurna Tuhan menciptakanmu Fatin, kau sangat cantik mempesona terpancar diwajahmu kelembutan dan kecantikan Sayang wajahmu yang cantik dan menawan bagai terbalut kabut Seakan ada misteri yang tersembunyi Namun itu justru membuatku tertarik Fatin ... Aku jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan cintamu dan membuatmu tersenyum Agar kabut duka yang meutupi wajahmu menghilang I LOVE YOU Akhirnya satu kelas tahu kalau Andre mencintai Fatin. Suara sorak cie-cie dan tepuk tanganpun mulai terdengar sangat gaduh. Mendengar puisi cinta dari Andre yang dibacakan oleh Didit membuat wajah Fatin memerah tersipu malu. Namun dalam hatinya sangat bahagia sekali, sesekali dia tersenyum tipis dan saling pandang dengan Andre. Getaran cinta itu mulai ada dalam hati Fatin yang selama ini hampa. Merekapun saling jatuh cinta satu sama lain. *** Andre benar-benar nekad. Demi keinginannya untuk mengenal Fatin lebih dekat, sore ini dia sudah berdiri didepan gerbang rumah Fatin. Dia dapet alamat rumah Fatin dari Didit, dia kaget melihat rumah Fatin yang megah bak istana. "Busyet!!! ini beneran rumah Fatin? tajir juga ya dia. Wah anak kolong merat ini mah," bisik Andre pada dirinya sendiri. Fatin memang kaya, dia anak pengusaha sukses. Wajar saja kalau rumahnya seperti istana. Namun kehidupannya sederhana, tidak pernah menunjukan kalau dirinya orang punya. Hanya saja kecantikannya memang paling menonjol diantara teman-teman sekolahnya, itu pun tertutup kabut kesedihan. Setelah security rumah Fatin membukakan gerbang. Andre berjalan masuk menuju pinti rumah Fatin. Namun sialnya dia tidak membaca ada peringatan "AWAS ANJING GALAK!!!" Jadi saat anjing itu menggonggong dan mengejar Andre, dia langsung panik dan muter balik manjat pager. "Blacky ayo masuk!" Fatin akhirnya nongol juga. "Thanks sudah menyelamatkan hidupku!" kata Andre sambil terengah. Fatin tersenyum melihat tingkah konyol Andre. Siswa baru itu memang benar-benar lucu.  "Maaf yah aku ganggu kamu," kata Andre. "Ngga apa. Aku suka kok diganggu." "Ngomong-ngomong mana orangtua kamu? aku mau kenalan." "Mereka sedang sibuk di kantor." "Jadi setiap hari kamu selalu sendiri?" "Ia sendiri. Hanya ada Bi Inah dan Bi ijah yang menemani dan menyiapkan segala kebutuhanku. Ada Pak Ijo pengurus kebun dan Pak Tarno penjaga gerbang." Mereka berdua duduk di saung dihalaman depan rumah Fatin yang sangat luas nan sejuk. Di hiasi dengan air mancur yang membuat suasana tambah asri. Mereka saling berbincang satu sama lain dan ternyata Fatin merasa sangat nyaman. Dia seperti menemukan sahabat hidup kembali yang sudah lama hilang. Dan dia merasa sekarang tidak sendirian lagi, karena ada Andre yang membuat harinya semakin berwarna. *** Sejak mengenal dan menerima cinta Andre, hidup Fatin pun kembali dipenuhi keceriaan dan kebahagiaan. Sehingga dia bisa melupakan segala kesedihannya termasuk melupakan Riko, cinta pertamanya. Namun jalinan cinta yang indah itu, harus kembali dihadapkan dengan kenyataan pahit. Suatu hari orangtuanya Fatin mengadakan pertemuan perjodohan dengan keluarga besar Johan, mahasiswa mesir yang sekarang sudah lulus dan sudah menjadi pengusaha sukses. Jadi Ayah Fatin pikir ini adalah waktu yang tepat untuk mempertemukan mereka. "Kamu siap-siap yah, dandan yang cantik! Calon suami kamu sebentar lagi datang. Nanti setelah kamu lulus sekolah, Ayah akan segere menikahkan kalian, jadi cobalah untuk pendekatan dari sekarang agar kalian nyaman!" ucap ayahnya panjang lebar. Fatin tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya mengangguk. Setelah pertemuan perjodohan antara dua keluarga besar itu, Fatin merasa tidak sreg dengan pilihan ayahnya. Mungkin karena dia tidak suka lelaki yang terlalu tua. Akhirnya keesokan harinya saat di sekolah, dia berusaha mencari Andre dan menceritakan perihal perjodohan itu. "Andre apa kamu benar-benar mencintai aku?" tanya Fatin. "Tentu saja. Memangnya kenapa?" "Aku dijodohkan orangtuaku dan aku tidak mau. Bisakah kamu membawa aku pergi, aku hanya ingin bersama kamu," pinta Fatin pada kekasihnya itu. "Baiklah," jawab Andre singkat. Akhirnya Fatin nekad kabur dari rumah dan menentang keinginan orangtuanya tentang perjodohan itu. Setelah kabur. Fatin benar-benar tidak menyangka bakalan hidup menderita bersama orang yang dia cintainya. Fatin baru tahu kalau ternyata laki-laki yang dia cintai tidak benar-benar tulus mencintainya. Dia hanya ingin pamer pada teman-temannya kalau dia hebat bisa menaklukan Fatin yang terkenal dengan sikap dinginnya dan sulit ditaklukan. Ternyata Fatin hanya sebagai bahan taruhan saja. Karena Andre sudah berhasil menaklukan Fatin jadilah dia panen banyak uang dari teman-temannya dan uang itu dia pakai untuk mabuk dan berjudi. Fatin kaget sekali, karena laki-laki yang dia kagumi ternyata kesehariannya sangat hobi mabuk dan menghamburkan uang. Setelah hidup bersama meski belum menikah, semua watak aslinya terbongkar. Andre pun memeras Fatin dan menghabiskan tabungan yang Fatin bawa untuk bekal kehidupan mereka berdua. Fatin menyesal sekali dengan keputusan yang sudah dia ambil. Namun nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur. Dia harus jalani kehidupannya yang baru, jauh dari kemewahan dan jauh dari orangtuanya. Waktu itu Andre datang kerumah membawa perempuan lain dan meminta uang lagi pada Fatin, namun semua tabungannya sudah habis. Jadi Andre marah dan memukul tubuh Fatin. Setelah menganiaya dan merenggut kesucian Fatin, ternyata Andre belum puas membuat Fatin menderita. Akhirnya Andre menyuruh Fatin untuk menjadi wanita malam dan menjual dirinya agar bisa menghasilkan uang yang banyak. Itu sebabnya malam ini Fatin ada di tempat kotor itu untuk menjual tubuhnya agar bisa bertahan hidup.  "Aku terpaksa harus menjadi wanita malam," keluh Fatin sambil menangis tersedu. "Kenapa? kamu bisa berhenti menjadi wanita malam mulai hari ini," kata Riko. "Tidak bisa. Kalau aku tidak menghasilkan uang, maka Andre akan membunuhku." ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD