“Ya anak ini punya kalian berdua lah, bikinnya aja kalian berdua kan” kekeh Ayah. Dave hanya tersenyum mendengarkan ucapan ayah, sementara aku mencebikkan bibirku karena kesal. Aku tidak mau wajah anak ini mirip Dave, walaupun Dave sangat tampan aku tidak mau nanti selalu teringat pada Dave saat menatap anak ini. “Sudah malam, kalian tidur sana!” perintah Ayah. Aku dan Dave masuk ke dalam kamar, lalu aku memilih pakaian tidur di lemariku, aku berniat untuk mandi karena tubuhku terasa lengket setelah bekerja dan menempuh perjalanan jauh. Aku keluar kamar dan berjalan menuju kamar mandi, rumah orang tuaku tidak terlalu besar, terdapat tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur menyatu dengan ruang makan satu kamar mandi besar dan satu kamar mandi kecil. Aku menyetel water heat

