selesai makan mereka membahas tentang yayasan yatim piatu yang mereka dirikan bersama, belakangan ini begitu banyak bayi bayi yang di telantarkan orang tuanya.
biasanya setiap Ahir pekan mereka akan berkunjung ke yayasan "CINTA AKANA"
( Alexa Kanaya Aisyah Nabila Alea ) mereka mempekerjakan 10 orang ibu asuh untuk 50 anak anak panti 5 orang juru masak dan 2 orang ART. selama ini selain dari penghasilan yang mereka sisihkan ada juga beberapa donatur dari beberapa perusahaan untuk membantu kebutuhan panti.
---------------------------------------
"hik... hik... hik..." terdengar suara tangisan dari dalam kamar, Ariyan yang sedang berjalan ke dapur untuk membuat kopi berhenti di depan kamar ibunya yang terdengar sedang menangis, "hhuhhh" Ariyan menarik nafas dalam dalam sebelum masuk ke dalam kamar untuk menemui ibunya, 1minggu sudah Ardika kakak nya meninggalkan dunia ini dan selama itu pula ibu masih sedih menangisi kepergian putra sulungnya.
tok..tok...tok
"assalamualaikum Bu" Ariyan mengetuk pintu kamar ibu Mutia, "waalaikumussalam" jawab Bu Mutia sambil berjalan membuka pintu kamar.
Ariyan masuk ke dalam kamar sambil memeluk ibunya yang masih saja sesenggukan menahan tangis yang tak mau berhenti.
"sudah lah Bu jangan di tangisin terus, bang Ardi kan sudah bahagia disana Bu, cepat atau lambat kita pun akan menyusul nya," ucap Ariyan sambil membimbing ibunya duduk di tepi ranjang, "ibu tau,, hanya saja ibu kepikiran Elsa nak, kasian dia masih kecil harus kehilangan ayahnya dan bahkan dengan sengaja ibunya meninggalkannya di saat dia butuh kasih sayang orang tua, hik..hik.."
"ibu ga usah khawatir mengenai Elsa, dia tidak akan kekurangan kasih sayang Bu, Elsa akan menjadi anak Ariyan selamanya".
"tapi kamu juga nanti akan menikah nak, bagaimana kalau istrimu kelak tidak mau menerima Elsa sebagai anaknya? kasian dia nak,"
"kalau memang dia tidak mau menerima Elsa sebagai anaknya ya gak usah nikah sama dia lah Bu, perempuan di bumi ini tu banyak Bu tidak akan kekurangan stok" jawaban Ariyan random banget, "anak ibu ini kan ganteng baik hati lagi pasti banyak yang antri," sungguh jawaban narsis Ariyan ini membuat ibu Mutia yang sedang menangis langsung tertawa, ia heran dapet dari mana jiwa narsis anaknya ini padahal ia dan almarhum suaminya tidak ada yang narsis dan PD abis seperti Ariyan ini. "lalu wanita beruntung mana yang mau nikah sama anak ibu yang ganteng ini?" tanya Bu Mutia dengan sedikit menggoda anak narsisnya
" banyak Bu yang mau sama Ariyan, tu yang pada pake seragam abu abu juga banyak ko yang siap jadi istri Ariyan mereka sendiri yang bilang,"
"cekkk kamu mau jadi pedo**l nikahin anak di bawah umur, lagian emang tega kamu nikahin murid sendiri," Ariyan hanya cengengesan saja di tanyain begitu sama ibunya, dia hanya ingin menghibur ibunya agar jangan terlalu sedih.
"ayah....Hua....ayah...Hua...ayah......" terdengar suara Elsa menangis sambil memanggil manggil ayahnya, gegas Ariyan dan ibu Mutia keluar dari kamar menghampiri Elsa, "kenapa princess papa menangis hmmm ?" Ariyan menghampiri Elsa yang sedang bersama Ratih pengasuhnya kemudian memangku dengan sayang, "Eca mau bobo teyonin ayah huaaaa ......"
"ya udah Elsa bobo sama papa aja ya, ayah kan Bobonya udah di surga, nanti papa bacain sholawat kesukaan Elsa mau?..." tanya Ariyan sambil mencium pipi gembul Elsa, Elsa kemudian mengangguk setuju ia memang sangat suka dengan suara merdu papanya saat melantunkan shalawat, "Bu Ariyan kelonin Elsa dulu ya," pamit Ariyan sambil berjalan ke arah kamar Elsa di lantai 2, "iya" jawab Bu Mutia sambil kembali ke kamar, Ratih pun kembali ke kamar yang di samping kamar Elsa, sengaja Ratih di suruh menempati kamar yang bersebelahan dengan Elsa untuk memudahkan dia saat mengurus Elsa, Ratih adalah gadis lulusan SMA dan sekarang dia berusia 20 tahun anak kenalan ibu Mutia dari kampung Ciamis sudah satu tahun lamanya dia bekerja jadi baby sitter Elsa karena sudah sejak setahun yang lalau ibu Elsa tidak mau lagi mengurusi Elsa dia sibuk dengan dunianya sendiri semenjak bertemu dengan cinta pertamanya, dan sudah sejak 6bulan lalu ibunya pergi bersama cinta pertamanya.
sementara di kamar Elsa yang bernuansa ungu dengan karakter Elsa prozen yang menghiasi setiap dinding kamar berikut beberapa benda benda yang ada di situ hampir semuanya bergambar Elsa prozen, di atas kasur berseprai ungu juga Elsa di tidurkan dengan Ariyan di sampingnya sambil membacakan shalawat dengan suara merdunya,
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Shallallah ala muhammad
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Shallallah alaihi wasallam
ﺃﻧﺖ ﺷﻤﺲ ﺃﻧﺖ ﺑﺪﺭ
Anta syamsun anta badrun
ﺃﻧﺖ ﻧﻮﺭ ﻓﻮﻕ ﻧﻮﺭ
anta nûrun fauqo nûrin
ﺃﻧﺖ ﺇﮐﺴﻴﺮ ﻭﻏﺎﻟﻲ
Anta iksîrun wa ghôlî
ﺃﻧﺖ ﻣﺼﺒﺎﺡ ﺍﻟﺼﺪﻭﺭ
anta mishbâhush-shudûri
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
"(Ya Allah) berikanlah tambahan rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad"
Semoga shalawat dari Allah atas (Nabi) Muhammad.
Semoga shalawat dan salam dari Allah atasnya (Rasulullah).
Engkau bagai matahari
engkau bagai bulan purnama,engkau cahaya di atas cahaya
Engkau bagaikan emas murni yang mahal harganya
Engkaulah pelita hati "
Ariyan melihat keponakannya yang telah tertidur pulas dengan memeluk dirinya, Ariyan mencium rambut Elsa dengan sayang, "papa pasti akan menjaga kamu nak," batin Ariyan sambil mengusap rambut lurus Elsa, "papa akan selalu membahagiakan kamu," kemudian Ariyan menarik selimut prozen ungu menutupi tubuh mungil Elsa, Ariyan berjalan kembali ke kamarnya.
Pagi yang cerah ini Ariyan telah siap dengan seragam kerjanya, mulai hari ini dia sudah mulai masuk kembali setelah cuti seminggu lamanya karena mengurusi almarhum kakaknya, dia yang bekerja sebagai seorang guru SMA Harapan Bangsa, sudah 4 tahun ini dia mengajar di sekolah tersebut, satu satunya guru cowok hot yang masih single, dengan garis wajah yang di atas rata rata, rambut rapih berpomade, kulit coklat dengan tinggi 180 menambah kesan macho yang membuat para siswi heboh saat melihatnya, Ariyan menjadi guru favorit para siswi SMA Harapan Bangsa, dengan menaiki motor sport berwarna merah, helm full face, jaket kulit warna hitam yang tidak pernah ketinggalan, dia melaju dengan kecepatan sedang menuju sekolah tempanya mengajar.
sesampainya di parkiran sekolah Ariyan melepas helm full face nya sambil merapihkan rambutnya yang berantakan akibat tertutup helm, tentu saja itu adalah pemandangan yang indah bagi para siswi yang mencuri curi pandang ke arah guru mereka sambil berbisik heboh.
tepat pukul 7.00 bel berbunyi menandakan jam pelajaran sudah siap di mulai, Ariyan masuk ke kelas 3A jam pertama mata pelajaran matematika.
"assalamualaikum selamat pagi semuanya," Ariyan masuk sambil menyapa para muridnya yang sudah siap di bangkunya masing masing, "waalaikumussalam" jawab nya serentak, seperti biasa sebelum pelajaran di mulai para siswa siswi di wajibkan membaca do'a sebelum belajar.
tepat pukul 14.00 bel pulang sekolah sudah berbunyi, Ariyan membereskan tugas tugas para siswa siswi untuk di nilai dia memasuki ruang guru, "pak Ariyan apa kabar?" tanya salah satu guru dengan ramah, "Alhamdulillah baik Bu"
"maaf pak Ariyan kemaren saya tidak bisa ikut takziah soalnya anak saya sakit"
"tidak apa apa Bu yang penting do'a nya"
tok..tok..tok.. "pak Ariyan ada yang mencari bapak di luar" ucap salah satu security menghampiri Ariyan, "siapa pak?" Ariyan menoleh, "anu itu seorang perempuan pak saya tidak tau,"
" oh oke baik terimakasih ya pak Ujang," "iya pak sama sama."
"calonya kali pak Ariyan," goda Bu Ani guru biologi sambil tersenyum, Ariyan tersenyum menanggapi, "saya belum punya calon Bu" jawabnya sambil berjalan keluar, "ha ha ha... pak Ariyan bisa aja padahal calon yang antri kan banyak pak udah kaya antri sembako", "tapi saya gak lagi jualan sembako Bu"
"hahahaaa...." para guru tertawa mendengar jawaban Ariyan yang memang ramah jika berada di lingkungan sekolah, jika di luar hmmm jangan tanya jutek abis...
"Ariyan....." teriak seseorang memanggil di pintu gerbang sekolah.
Denisya?.......