1
Jangan lupa vote & comment...
Kringggggg...........
Suara alarm berbunyi dengan nyaring , terlihat seorang gadis imut namun sedikit bar - bar masih bergelung dalam selimut tebalnya.
"IBEEEELLLL BANGUUUUUUNNN KAMU MAU BERANGKAT SEKOLAH JAM BERAPA?" Teriak sang mama dari dapur , udah kaya macam toa masjid aja suara teriakannya kedengeran sampe kamar.
"IYA MOM INI IBEL UDAH BANGUN GAUSAH TERIAK NAPA ? BUSEEET DEH MALU AMA TETANGGA"
"HEH DASAR ANAK DAJJAL KAMU JUGA TERIAK KALO KAMU PENGIN TAHU , MANDI SANA TERUS SIAP - SIAP SARAPAN UDAH SIANG INI"
"IYAAAAA" Balas Ibel sang gadis imut tersebut.
"Heran deh gue anak siapa sih dia perasaan gue ga ngidam aneh- aneh waktu hamil dia , kenapa sekarang gitu banget ?" Dumel sang mama sambil menyiapkan sarapan di meja makan disana sudah ada Yudhistira - Papa Ibel dan Titan - kakak Ibel.
"Husssttt , gaboleh gitu anak lo juga itu , walaupun ya agak limited edition bentukannya" ujar sang papa sambil terkekeh sementara sang kakak hanya acuh ( sudah biasa katanya )
Tak lama kemudian Ibel keluar dari kamar dan bergabung di meja makan bersama keluarganya.
" MORNING SEMUAAANYA" - Ibel"
" Gausah teriak - teriak dek sakit telinga kakak" - Titan
"Udah - udah gausah ribut buru makan sarapannya setelah itu kita berangkat" - Yudis.
"Oke" jawab mereka berdua.
Setelah selesai sarapan mereka berangkat , Ibel berangkat menggunakan mobil bersama Titan sang kakak, sesampainya di sekolah Ibel menengadahkan tangannya kehadapan sang kakak.
" Kenapa " - Titan
"Minta duit dong kak buat uang saku " - Ibel
" Nih " - Titan ( sambil mengeluarkan beberapa lembar uang merah )
" Thanks my lovely brother" - Ibel
Setelah itu Ibel masuk ke gerbang sekolah disana sudah disambut kedua temannya. Kayyisa & Anna.
" Ibel " - teriak mereka.
" Hai lo berdua nungguin gue? Yaelah berasa artis ya gue ditungguin" - Ibel
"Najisun" - Kay & Anna
"Udah kuy masuk kelas ntar mapelnya pak Dio noh , ada PR kan ?"
"Emang ada ya ko gue gatau njir" - Ibel
" Nah kan kumat lagi lemotnya udah ayo masuk , buru keburu bel ntar" - Anna
Setelah itu dengan gerakan ninja hattori Ibel menyalin PR Matematika pelajaran yang paling ditakuti oleh sejuta umat, Hingga bel berbunyi dan masuklah pak Dio yang gantengnya masyaallah namun irit bicara ( guru es ) .
Lain halnya dengan Kennard. Laki - laki badboy yang wajahnya membuat wanita menjerit histeris dengan heboh , melebihi hebohnya supporter pertandingan sepakbola. Oke G. Tapi sayang titisan siluman es batu ini hendak berangkat ke sekolah kita tercinta. ( sekolah aja tercinta masa kamu ga ) , Oke back to topik.
Dia pergi menuju meja makan untuk sarapan bersama sang kakak tersayang , Devon namanya.
“Pagi selamat” sapa Devon.
“Hmm.... ” balas Kennard.
“Haaa hmmm... Ha hmmm cosplay sabyan lo?” Tanya Devon malas.
“Bacot ente ” jawab Kennard tanpa dosa serta datar.
Devon berdecak malas akan sikap adiknya yang kelewat datar sedatar tol jagorawi , dengan malas ia meneruskan sarapannya dengan khitmad.
Selesai sarapan Kennard berpamitan dengan sang kakak.
“Gue berangkat” pamit Kennard.
“Iyee... Sono husss” jawab Devon.
Kennard melajukan motornya menuju sekolah ditemani hangatnya sinar matahari pagi , iya matahari pagi ( walaupun jam menunjukkan pukul 08.00 , bagi Kennard itu masih pagi )
Sesampainya di sekolah dengan gerbang sudah ditutup namun sudah ada yang menunggu dengan tatapan tajam nya. ( Yang sering telat masuk kelas pasti tau nih. Ya benar guru BK ) Bu Sandra namanya.
“KENNARD......” teriak bu Sandra.
“Hadir bu ” jawab Kennard enteng.
“ Masih bisa jawab ya kamu”
“Kalo ga jawab dikira sombong”
“Kennard poin kamu itu udah banyak nak , dan kamu udah kelas XII, mau jadi apa kamu kalau terus seperti ini?” Keluh bu Sandra.
“Ya kalo poin saya udah banyak tinggal tuker aja di operator t****sel siapa tahu dapat mobil bu ntar” jawab Kennard dengan wajah bak kanebo kering.
“Sudah... Sudah... Sekarang kamu bersihin toilet sana sebagai hukuman kamu hari ini”
“Wanjirrr.... Ogah gue kotor gitu euww.... Emang ga ada yang lain bu ?”
“Hellow.... Daniel Kennard kamu kira ini pasar tradisional pake nawar segala , buru gercep atau mau saya tambah , HAH ???”
“Santai bu gausah teriak... Ntar pita suara nya kadaluwarsa” Jawab Kennard santai sembari berjalan menuju gudang kebersihan untuk membersihkan toilet.
“ KENNARD..... DASAR KURANG AJAR, BOCAH GENDENG” Maki bu Sandra.
Sementara itu....
Dengan langkah malas Kennard menuju toilet putri hendak membersihkan kamar mandi dan tanpa babibu langsung membuka pintu kamar. Tiba- tiba.....
“AAAAAAAA”
“AAAAAAAAEnd
Sebelumnya.....
Ibel POV
Jam menunjukkan hampir pukul 08.00 sekarang dan gue sedang mengikuti pelajaran yang bikin sejuta umat beristighfar. Yap MATEMATIKA dengan guru yang berinisial Dio tersebut , guru yang irit bicara ( berasa pake pulsa kali ya kalo ngomong ). Oke back to topik. Ditengah pelajaran gue berasa dapat panggilan alam langsung gue angkat tangan buat izin sama tuh guru.
“Pak , saya izin ke toilet ya?”
“Ngapain?”
“Biasa pak panggilan alam udah diujung ini, ya.... ya....?”
“Oh kirain panggilan ke rahmatullah, yaudah sana jan lama- lama”
“Oke pak matur thank you”
Gue langsung ngacir keluar menuju toilet wanita. ( Ya iyalah masa toilet pria , dikira transgender apa? G.)
Setelah gue selesai dengan urusan pribadi gue sama tuh panggilan alam , gue dibuat terkejut karena pintu kamar mandi terbuka dengan tidak elitnya , dan gue otomatis berteriak. “AAAAAA”
Ibel POV End
Kennard POV
Gue kaget dan otomatis teriak ternyata dalam kamar mandi ada manusia nya cuyyy.... Imut sih tapi b aja bagi gue , yang bikin gue kaget lagi tuh cewek lagi ngebenerin cd nya. Oh my god mata gue tak suci lagi melihat pemandangan yang disuguhkan di depan gue.
“Eh, siapa lo penguntit ya?”
“Huh....?” ( gue cengo )
“Hah... Hoh.. Hah...Hoh?”
“Salah gue apa?”
“Pake nanya lagi , ya lo ngintipin gue udah jelas itu”
“Eh , siapa juga yang ngintip situ GR , Gue itu cuma mau bersihin toilet doang , dan ga sengaja buka pintu”
“Lo kan cowok , ya bersihin toilet cowok lah , kok malah bersihin toilet cewek, DASAR OM PEDO”
Gue cengo dikatain PEDO sama tuh cewek. Apa PEDO katanya , wah kurangajar nih cewek gue anuin beneran mampus lo.
“Udah... Daripada lo ribut terus nyerocos kek kereta lo bersihin tuh toilet sampai bersih”
“What? Lah kok gue sih yang disuruh bersihin toilet , ya harusnya lo dong , lo kan pak bon nya”
“Kan tadi lo yang bilang gue cowok , ya harusnya bersihin toilet cowok dong , nah berhubung lo cewek lo bersihin toilet cewek lah”
“Eh , ga gitu konsepnya njing , ogah gue”
“Halah cepet gercep buru , gue tungguin , oh iya sekalian toilet cowok ya. Ga terima PENOLAKAN ! Bye gue mau ke kantin mau ngeteh dulu. INGET KUDU BERSIH !!!”
“GAK , POKOKNYA GAK MAU”
“Beneran , gamau nih? Oke gapapa tapi lo jangan salahin gue kalo gue anuin lo disini SEKARANG JUGA Belinda” ( gue baca nametag nya)
* Glek *
“ Ya- yaudah deh gue mau asal jangan apa - apain gue pliiissss”
“Hmm.... See you...” ( tersenyum smirk )
Gue cabut duluan menuju surganya seluruh siswa sekolah a.k.a kantin. Dan gue ngedenger dia maki - maki gue
“Dasar si muka datar ngeselin minim ekspresi , suka nyuruh - nyuruh”
Kennard POV End
.
.
.
.
.
Sembari menunggu Belinda selesai membersihkan toilet yang seharusnya menjadi hukuman Kennard , ia sedang makan semangkok bakso dan segelas es teh dengan khidmad. Ia mengecek ponsel berlogo apel digigit itu. Wuih sugih kali kau bang - author.
Tiba - tiba ada yang ramai dari grup chat nya.
Line
Kumpulan Para Cogan (3)
Carlos
Ken lo dimana ?
Kenzie
Woy jawab sue , ini pelajaran nya pak cabe , lo kemana ? Hari ini ulangan biologi sat.
Me
Berisik sat gue lagi makan di kantin , ulangan pak cabe ga peduli gue , gausah ikut juga udah pinter.
Kenzie
Wanjir udah makan siang duluan lo eh lo buru lo dicariin pak cabe , gue ketauan anjir.
Carlos
Itu mah lo aja yang b**o udah deh cepetan bentar lagi maung nya keluar noh , miris gue lihat muka Kenzie nasibnya udah diujung tanduk.
Kennard
Bhaks..... Sungguh malang nasibmu wahai anak muda punya otak yang terlalu kependem ya gitu.
Oke deh gue otw.
Kennard pun menuju kelasnya yaitu kelas XII IPA 1.
Braaak....
“Tolong pelan - pelan please kaget gue , gabisa jantung gue tuh diginiin” ujar pak Ino.
Kennard hanya memasang wajah andalannya yang bagai aspal jalan menuju surga. ( mungkin )
“Haduh... Kamu lagi kamu lagi Ken , udah tau sekarang ulangan kenapa malah telat ? ” keluh pak Ino.
“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” begitulah sabda Kennard.
“Uwoow.... Saya merasa kagum sama quotes anak pemalas sepertimu , tapi maaf saya tidak tersentuh. Sebagai hukumannya tidak akan ada nilai untuk ulangan kamu hari ini , silahkan kembali ke tempat dudukmu” kata pak Ino kemudian.
Pak Ino ini adalah guru mapel Biologi yang perawakannya tidak terlalu tinggi , namun dia mempunyai suara yang melengking tinggi serta nyaring tidak seperti tinggi badannya. Banyak orang yang bilang visualnya seperti BaekHyun salah satu member EXO. Tidak lupa juga mulutnya yang nyinyir bak ibu - ibu komplek..
Oke back to topik
Kennard sudah duduk di bangkunya dengan rapi sebelum duduk dia menyempatkan untuk menyemprotkan desinfektan ( biar higenis katanya) .
“Ngapain kok lo telat lagi?” tanya Carlos.
“Biasa nge - game” jawab Kennard sambil meletakkan kepalanya di meja.
“ Jadi dihukum apalagi sama mamak Sandra?” kepo si Kenzie.
“Bersihin toilet ” jawab Kennard singkat.
“Oh... Kasihan... Oh kasihan aduh kasihan” jawab mereka berdua tanpa dosa. ( bacanya jan sambil nyanyi please)
“Berisik gue mau tidur bangunin gue kalo udah istrirahat” jawab Kennard acuh.
“Istirahat juragan” jengah Carlos.
Fyi Kennard ini dikenal dingin sama orang lain , tapi kalo sama sahabatnya dia bakal kaya yang lainnya kok.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bel istirahat berbunyi , Ibel sudah mulai menyelesakan hukuman yang sebenarnya menjadi hukuman Kennard yaitu membersihkan toilet.
"Huffft... Akhirnya nih selesai juga nih hukuman gara - gara tuh manusia tol , harusnya ini tuh hukuman dia , kenapa jadi gue yang ngerjain. Mana gue bolos mapel pak Dio tercinta lagi , ntar kalo doi marah ke gue gimana dong?" monolog Ibel.
Dia segera menuju meja kantin dimana sahabatnya duduk dengan tenang.
"Eh minuman gue ntu" protes Anna.
"Maapkeun gue haus ummi" jawab Ibel ringan.
Kay yang melihat kedua sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya ( bukan berarti dugem ya).
"Lagian lo kenapa sih muka lo buluk bener" tanya Kay pada Ibel.
"Ceritanya panjang mak , dan gue ketiban sial hari ini , mending klo ketiban uang"
" Dasar matre lo" ucap Anna dan Kay.
Keadaan kantin yang tenang tiba - tiba berubah menjadi ramai seramai ibu - ibu berebut belanja diskonan di sebuah mall. Ga canda.
"Ya , ampun kak Kennard gans banget "
"Eh kak Carlos juga ga kalah keren"
"Ga kak Kenzie tetep ganteng"
"Aaaaa.... Liat deh kak Carlos senyumin gue" Begitulah pekikan para siswi di sekolah ini.
"Mereka lagi pada liatin sapa sih?" Ibel mulai kepo.
"Lo gatau itu mah 3 cogan di skula ini Bel , mereka itu bisa dibilang pangerannya skula ini" jawab Kay.
Ibel cuma manggut - manggut bodoamat. Sampai pada akhirnya terdengar orang yang menggebrak meja.
"Minggir lo" Usir orang itu.
" Enak , aja gue sama temen gue udah dulu - Lo???"
" Lo lagi... Lo lagi kenapa lo ada dimana - mana sih? Kaya baliho aja lo"
"Eh kutu unta manusia tak bertanggung jawab ga kebalik ya harusnya gue dong yang ngomong gitu , bukan lo"
Seluruh siswa yang melihat pertengkaran ini merasa speechless dan cengo , mereka hanya memandang dengan tatapan tidak percaya terlebih dengan Ibel yang dengan berani - beraninya membentak sang pangeran sekolah sekaligus pemilik sekolah ini.
"wuizzz 3S dong bro... Sans , santay , seloww.... " sabda Kenzie.
"Gimana kalo kita duduk bareng aja masih muat ini." saran Carlos.
"Oh.... Ga... Gabisa... Gabisa ntar gue kena kuman dan bakteri" jelas Kennard.
"Begayaan lo manusia tol , kalo lo gamau makan disini , enyah sono" sewot Ibel.
Kennard hanya melayangkan tatapan death glare nya pada Ibel.
Namun Ibel tak takut dengan itu semua , baginya yang paling menakutkan hanyalah Tuhan , orang tua , dan Titan kakaknya yang sedang marah.
Akhirnya dengan segenap kesabaran yang diberikan TUHAN YANG MAHA ESA ia memilih duduk satu meja , mengingat meja sudah penuh dan makan dengan tenang.
"Ya ampun , gue lupa Kay tadi pak Dio nyariin gue ga?" teriak Ibel sehingga membuat Kennard tersedak dengan elitnya.
"Sue , gue kesedak g****k" sewot Kennard.
"Untung gue ga jantungan" kata Carlos.
"Bar - bar nya dirimu zheyeng" ucap Kenzie.
" Oh , iya gue lupa Bel lo disuruh ke ruang guru buat nemuin pak Dio" jelas Kay.
"Mampus gue , bakal ada homili ini" jawab Ibel nampak nelangsa.
"Yaudah sih , kesana aja lumayan kan ketemu guru cogan" kata Anna bomat.
Ibel pun langsung lari ngibrit ke ruang guru untuk menemui pak Dio.
.
.
.
.
.
.
.
Ibel POV
Gue sampai di depan ruang guru , otomatis gue ketuk pintu dong dan gue langsung masuk dan mencari meja gebetan gue a.k.a pak Dio yang mukanya 11-12 sama D.O EXO yang gantengnya MasyaAllah.
“Permisi pak , bapak manggil saya?”
“Oh , kamu udah dateng Bel , duduk”
Gue pun langsung duduk disalah satu kursi ( yang ada rodanya itu loh aku lupa namanya)
“Oke gausah pake ghibah dulu ya , ntar kaya pak Ino tukang ghibah”
“Eh , boncel gue denger lo ngomong yee” Pak Ino mulai sewot. Gue cuma senyum canggung yee kan ?
“Oh , baguslah kalo gitu tanda telinga anda masih berfungsi”
“Eh cimol berjalan , ngajak gelud lo?”
“ Apa?”
“Apa?”
“Emm... Pak jadinya gimana ya kok saya disuruh kesini?” Tanya gue ke calon suami.
Halah k*****t kamu - author
“Masih tanya? Kamu tahukan kalau kamu nggak ikut pelajaran saya?”
“Hmmm... I - itu anu pak saya”
“ Anu apa , kamu punya anu?”
“Buset deh pak mikir gituan , ternyata calon suami gue h***y an atau gimana?” batin gue.
“ Ya terus saya disuruh ngapain?”
“Sabar dong , kamu tuh udah cans tapi gasabar ya?”
“Ahh.. Pak”
“Husstt... Kamu gausah desah , bikin ambigu ”
“Sapa juga yang desah pak”
“Oke , tadi abis dari toilet kemana kok ngilang” tanya pak Dio.
“Eh... Itu pak tadi saya di toilet ketemu sama manusia siluman kanebo kering”
“Hah???? ( cengo ) manusia siluman kanebo kering saha ieu teh?"
“Gatau pak ada pokoknya jenis kelaminnya sih berbatang”
“Kennard maksud kamu ? ” sahut bu Irene guru fisika.
“Oh namanya Kennard ya bu” tanya gue.
“Iya , anak didik saya yang mukanya kaya kanebo kering cuma dia doang” ucap bu Irene santai , sesantai orang bersantai di teras rumah. Mau santai ditepi pantai belum punya duit. G.
“Kamu disuruh apa sama dia?” tanya pak Dio.
“Bersihin toilet yang harusnya jadi hukuman buat dia” adu gue pada guru - guru disana.
“ Yang dapat hukuman bersihin toilet kan dia , kok kamu mau disuruh ” heran pak Dio.
“Eh... Iya juga ya kok gue b**o, kenapa gue mau sih?” monolog gue.
“Itu karena kamu telmi Bel” jawab guru dengan kompak dan serempak layaknya paskibraka.
“Eh tapi kalo saya ga ngejalanin maunya dia saya bakal diapa-apain pak / bu” ngeles gue.
“Diapa-apain gimana?” Kepo pak Dino.
“Susah jelasin nya pak” ucap gue.
“Yaudah sana keluar , dan tanya tugas sama temen kamu” suruh pak Dio.
“Oke pak makasih , saya permisi” pamit gue dan keluar dari ruang guru.
Ibel POV End
Ibel yang baru keluar dari ruang guru dibuat terkejut dengan sesosok manusia tampan tanpa hati tersebut.
“ Astaghfirullah , kaget gue” kata Ibel terkejut.
Kennard hanya menatap datar Ibel dan berlalu menuju kelasnya.
“Itu anak kenapa sih kena sawan emang?” monolog Ibel. Lalu Ibel berjalan menuju kelasnya mengingat bel sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.
Ibel duduk di bangku kesayangan dengan merebahkan kepalanya di meja berharap jam pelajaran segera berlalu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit yang lalu , kelas pun mulai rusuh hanya karena para siswa membereskan barang - barang mereka. Maklum jamnya sejuta umat siswa dan siswi.
“Bel , lo mau pulang bareng kita ga?” tanya Kay.
“Ga deh keknya , gue mau dijemput sama kak Titan”
“KAK TITAN YANG GANTENG ITU YANG DOKTER ITU KAN ? OMGOMGOMGOMG!!!!!.....” teriak Anna histeris , hingga kedua sahabatnya menutup telinga.
Fyi Nicolas Titan itu bekerja sebagai dokter mengikuti jejak sang papa Yudhis. Di Rumah sakit “TIGALANDA” Aneh ya nama rumah sakitnya ? Ya seaneh yang punya RS itu milik papa Ibel. RS itu kepanjangan dari Titan - Galaksi - Belinda. Dan Titan berprofesi sebagai dokter spesialis jantung.
Back to topik
“ Kayanya setelah ini gue bakal ke THT deh buat periksa telinga” dumel Kay.
“Heh , sempak miper kaga usah teriak sat , gue belum tuli” sungut Ibel.
“Heheeeheee.....sorry” jawab Anna sambil cengengesan sembari memberikan peace dengan jarinya.
“Oke ini fix ya lo ga pulang bareng kita ?” tanya Kay sambil berjalan keluar kelas menuju mobil dengan dua sahabat jadi - jadiannya.
“Iyee.... Udah sono cuss , gue bakalan tungguin brother gue” santai Ibel.
“Oke , kalo gitu kita duluan ya Bel , bye Zheyeng” ucap mereka.
“Bye”
Mobil sahabatnya sudah meninggalkan nya dari area sekolah.
Beberapa detik , menit , hingga jam Ibel menunggu tetapi kakaknya belum kelihatan batang hidungnya.
Lalu Ibel menyalakan ponsel untuk menghubungi Titan , namun ponsel sang kakak tidak aktif.
“Kakak , kemana sih kok ponselnya ga aktif ? Trus gue pulangnya gimana? ” monolog Ibel sambil mewek.
Kennard yang hendak pulang dengan kuda besinya melihat Belinda menangis didepan gerbang bak orang gila pikirnya.
“Kakak , dimana Ibel takut hiks... ” Isak Ibel.
“ Heh , lo ngapain disini ga pulang ?” tanya Kennard.
“Kakak belum jemput” jawab Ibel dalam tangisnya.
Kennard yang melihat Belinda menangis nampak tertegun dengan wajah Belinda yang imut dengan wajah memerah.
“Imut” batin Kennard
“Astaga gue mikir apaan sih?” lanjutnya.
“Gue anter lo pulang deh gimana?” tawar Kennard pada Ibel.
“Beneran tapi rumah gue di Jalan Exodus Blok E nomor 1”
“Udah gue gapapa kok cepetan naik”
Ibel pun naik ke motor Kennard dan mereka mulai melaju menuju rumah Ibel.
Sesampainya di rumah Ibel Kennard menghentikan motornya di depan gerbang rumah Ibel.
“Dah sampai , turun gih" perintah Kennard.
“Hmm... Makasih gamau masuk dulu lo?” jawab Ibel.
“Ga , udah malam lain kali kalo ingat” acuh Kennard.
“Gue masuk dulu”
“Hmm...”
Kennard pun melajukan motornya meninggalkan rumah Ibel, dan Ibel masuk ke rumah nya.
“KAK TITAAAAAANNN......”
“ Iya dek , ya ampun princess kakak kenapa kok nangis , jelek ihh”
“Lagian kakak kenapa ga jemput adek hiks...”
“ I'm really sorry princess , tadi kakak ada operasi mendadak jadi ga sempat jemput kamu , kakak juga lupa ngabarin kamu sayang maaf ya”
“Hmm....”
“Yaudah sekarang kamu bersih - bersih gih , kakak bawain makan malam ke kamar”
“Iya”
Ibel menuju kamarnya untuk membersihkan diri mandi dan setelah itu mengistirahatkan badannya di kasur yang empuk, Hingga ia ketiduran.
Titan masuk kamar Ibel setelah membuka pintu kamar adiknya membawakan makan malam dan menemukan adiknya tertidur dengan pulas.
Titan membetulkan selimut adiknya hingga sebatas dagu dan mengecupnya dengan sayang.
“Good night princess , have a nice dream” ucap Titan , kemudian keluar kamar adiknya dan menutupnya.