bc

Dzikir Cinta Bidadari

book_age18+
4
FOLLOW
1K
READ
goodgirl
sweet
office/work place
sacrifice
like
intro-logo
Blurb

Jodoh itu misterius, datangnya tiba-tiba. Kemunculannya tidak bisa diperkirakan, dengan tepat sasaran. Seperti kisah cinta pria Korea bernama Ching Jun, dan gadis Indonesia bernama Bidadari.

"Kamu menyembah Allah, dimana dia?" tanya pria Korea, beragama Kristen itu.

"Dia ada di atas Arsy yang tertinggi. Seperti yang dijelaskan dengan indah, melalui kitab Al-Qur'an surah Thaha ayat 5."

"Bagaimana cara kamu mencintainya, sedangkan dia tidak terlihat?" tanyanya lagi, masih penasaran.

"Dia dapat dirasakan dengan hati." jawabnya.

chap-preview
Free preview
Pertemuan Pertama
Di Korea. Seseorang sedang sibuk di dalam kantornya. Mengotak-atik laptopnya, dia adalah direktur Ching Jun. Pria yang tampan, dengan bentuk tubuh yang nyaris sempurna. Pria beragama kristen, dengan usia sekitar 25 tahun. "Sekretaris Cio Chai, apa saja jadwal hari ini?" tanya Ching. "Direktur Ching, hari ini adalah jadwal keberangkatan anda ke Indonesia." jawab Cio. "Siapkan semuanya, jangan sampai ada kendala. Aku ingin menghadiri, acara peresmian percetakan buku nasional di Indonesia." tuturnya. "Baik direktur Ching, aku akan mempersiapkan keberangkatannya." ujar Cio. Dia membungkukkan tubuhnya sedikit, lalu pergi meninggalkan ruangan. Di Indonesia. Seorang perempuan berwajah cantik dan manis, sedang membereskan barang-barang yang akan dia bawa pergi. Namanya Bidadari, gadis berusia 23 tahun. Memiliki tubuh ideal, dengan tinggi semampai. Dia beragama Islam. "Tidak menyangka bahwa aku akan diundang, untuk menghadiri acara peresmian percetakan buku nasional. Apalagi sebelum acara ini berlangsung, aku dapat bertemu senior untuk belajar ilmu kepenulisan bersama." monolog Bidadari. Dia melangkahkan kakinya, keluar dari kamar. Terlihat ibunya yang sedang menyiapkan, sesuatu sebelum keberangkatannya menggunakan bus. "Bidadari, kamu sudah mau berangkat?" tanya Hana. "Alhamdulillah sudah siap Bu." jawab Bidadari. Dia berjalan semakin mendekat ke arah ibunya, menarik kursi dan mendudukinya. "Bidadari, apa kamu yakin kamu baik-baik saja pergi sendiri?" tanya Hana, ingin memastikan semuanya. "Yakin Bu, insyaa Allah." jawab Bidadari. "Jaga diri kamu di sana. Ibu sudah mempersiapkan bekal untuk kamu bawa." ucap Hana. Bidadari melihat wadah berukuran kecil, namun cukup untuk meletakkan nasi dan lauk pauk di dalamnya. Hana memberikannya, Bidadari menerimanya. Dia bersalaman dengan ibunya, lalu berpamitan untuk pergi. Keempat perempuan sudah bersiap, mereka akan pergi bersama ke lokasi. Kebetulan tempat tinggal mereka tidak terlalu jauh, dari kantor perusahaan MyNovel. Berbeda dengan Bidadari, dia tinggal di desa terpencil. "Kaira, kamu tahu tidak yang terpilih untuk pergi hanya ada 5 orang." ucap Sheira. "Iya aku tahu, termasuk author yang masih baru itu 'kan." jawab Kaira, menatap ke sembarang arah. "Lucu nama penanya, masa iya Kulit Bawang. Ntah siapa orangnya, aku tidak tahu." sahut Mira. "Baru beberapa bulan gabung, dia sudah dapat gelar platinum tuh." timpal Vira dengan menatap tajam, di dalam hati tidak suka. "Kalian ini kenapa, seperti tidak suka. Dia berhasil, atas kerja kerasnya sendiri." ucap Sheira. "Hei Sheira, ingat iya bahwa kita ini senior daripada author itu. Dia belum lama bergabung, di aplikasi MyNovel." jawab Mira. "Iya, kalian memang senior. Tapi, kita harus menghargai keberadaan seseorang juga." ucap Sheira. "Kamu teman dia atau kita? Kenapa sih memihak ke dia." sahut Vira. "Maaf teman, aku hanya mengingatkan." jawab Sheira. Kaira menatap jengah dengan memutar kedua bola matanya malas. Melihat teman-temannya yang berdebat, karena beda argumen itu. 'Dari tulisannya saja aku bisa yakin, dia pasti orang yang baik. Aku memang tidak mengenalnya secara langsung.' batin Sheira. Bidadari turun dari bus yang sudah berjalan, cukup lama itu. Dia melihat dengan jelas, kendaraan yang berlalu-lalang di kota yang padat itu. Dua orang laki-laki berpenampilan preman, sudah mengincar orang yang berjalan itu. Mereka mengikutinya secara diam-diam, Bidadari dapat merasakan langkah kaki yang mengikuti. Tatkala dia melihat ke belakang, tidak ada siapapun juga di sana. 'Apa ini hanya perasaanku saja.' batin Bidadari. Dia segera berlari dengan terburu-buru. Tiba-tiba seseorang, sudah menghadangnya di depan. Dia merampas tas yang Bidadari bawa, gadis berjilbab itu segera mengejarnya. "Tolong!" teriak Bidadari. Mobil melaju dengan kencang, tiba-tiba mengerem karena Bidadari menyeberang secara mendadak. Ching Jun dan Chio Chai turun dari mobil, dia melihat Bidadari yang tampak panik. "Kenapa menyeberang secara mendadak, untung tidak tertabrak." ujarnya datar. "Maaf, aku sedang mengejar jambret." jawab Bidadari. Pria itu kaget, dan memperhatikan sekelilingnya. Terlihat pria di ujung gang, sedang berbelok. "Aku akan membantumu, untuk menangkapnya." ujar Ching. Dia segera berlari secepat mungkin, Bidadari berlari dengan arah yang berbeda. Tetap mengejar dengan jejak, yang baru dilalui oleh preman tadi. Lain halnya dengan Ching, dia lewat jalan pintas. "Kembalikan tas itu." pinta Ching. "Apa urusannya dengan anda, jangan berlagak menjadi pahlawan. Kami bisa saja membunuhmu." ancam pria itu, dengan tersenyum jahat. Pria satunya melawan Ching Jun, pria satunya lagi membuka resleting tas. Dia mengambil dompet Bidadari, lalu memasukkan ke dalam jaketnya. "Hei pria Korea, ambilah tas ini." Orang tersebut melemparkannya, pada Ching Jun. Lalu, dia menangkapnya dengan cepat. Dia segera membantu temannya yang terjatuh, dan mengajaknya untuk segera berlari. Bidadari terlihat menghampiri Ching Jun. Pria itu tersenyum padanya, meski Bidadari hanya menundukkan kepalanya. "Ini tas kamu, lain kali lebih hati-hati lagi." ucap Ching, sambil memberikan tas tersebut. Bidadari mengambilnya. "Terimakasih." ucapnya. "Iya sama-sama. Coba periksa apa masih lengkap semuanya." jawabnya. Bidadari membuka resleting tasnya, dia mendapati dompetnya sudah tidak ada. "Dompetku hilang, di sana ada uang dan juga KTP serta dokumen penting lainnya." Bidadari cemas, tidak terkira. Bagaimana caranya, dia akan kembali ke kampung halaman. Bagaimana cara dia akan menyewa kosan, atau bahkan untuk makan pun tidak ada pikirnya. 'Sepertinya dia baru saja sampai di kota ini. Kasian juga, bila aku tinggalkan begitu saja.' batin Ching. "Maafkan aku yang tidak bisa menyelamatkan, barang berharga milikmu. Sekarang, biar aku antar kamu pulang." "Aku tidak memiliki tempat tinggal di sini. Kampung halamanku jauh, aku hanya punya satu tujuan." jawab Bidadari. "Apa itu?" tanya Ching. "Aku ingin menghadiri, peresmian percetakan buku nasional. Karena novelku termasuk pilihan untuk diterbitkan, aku harus mengikuti bimbingan pembelajaran ilmu kepenulisan." jawab Bidadari. "Kamu menulis di aplikasi MyNovel?" tanya Ching penasaran. "Darimana anda bisa tahu?" tanya Bidadari bingung. Bukankah aplikasi banyak di negeri itu. "Aku adalah pemilik perusahaan tersebut. Aku sengaja melakukan bimbingan langsung, supaya penulis tidak sekadar menulis. Mereka benar-benar mengetahui, apa yang mereka tulis." jawabnya. 'Hah, jadi dia direktur dari Korea itu.' batin Bidadari. Ching meneruskan ucapannya. "Sekarang, ikutlah ke mobil denganku. Sebentar lagi, kamu akan terlambat bila tidak pergi." Bidadari mengangguk, dia mengikuti langkah kaki Ching Jun. Sekretaris Cio Chai terlihat menunggu cukup lama. Bidadari masuk ke dalam mobil, setelah Ching membukakan pintu untuknya. Cio mulai melajukan mobilnya, menuju ke sebuah perusahaan MyNovel. "Siapa itu yang turun bersama direktur Ching." bisik Mira. "Aku juga tidak tahu. Apa mungkin pacarnya?" bisik Vira. "Tidak mungkin pacarnya, secara penampilannya kampungan." sahut Kaira. Dia memandang Bidadari yang baru melewati mereka, dari atas sampai ke bawah. "Kaira, jaga mulutnya. Jangan menghina orang." Sheira memperingati. Mereka berjalan masuk ke dalam perusahaan, bosan mendengar Sheira yang melarang berghibah.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.4K
bc

Kali kedua

read
223.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.7K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
23.8K
bc

TERNODA

read
204.5K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook