Jam istirahat. Seperti biasa, Yumi, Ayumi dan Refan makan siang bersama. Kali ini mereka duduk di bangku batu dan meletakkan bekal di atas meja batu dengan payung dibuka, menghalau panas. Tentu saja mereka bertiga menjadi diperhatikan orang-orang lewat. "Kalian tidak masalah kan kalau kita duduk di sini?" tanya Refan yang tersenyum lebar ke Ayumi. Yumi tertawa. "Tidak masalah, kita sudah terbiasa menjadi pusat perhatian." Ayumi tidak peduli, perhatiannya ke kotak bekal yang diberikan Refan, dia buka perlahan dan tergiur isinya. "Wuah, baru kali ini aku melihat menu lengkap di satu tempat." Yumi yang penasaran, ikut buka bekal lalu tertawa. "Ayam penyet, tahu, tempe dan kentang ditumbuk?" "Tidak ada sambal di sana." Ayumi cuil ayam lalu mengunyah dengan penasaran. "Wuah, tidak asin sep

