Key pov
Kringg
"Udah istirahat ni. Cepetan ayo kantin" Ajak gue
"Bentaran ih Key"
"Ihh ayolah"
"Gausah narik narik juga kali" Cibir Rachel yang tangannya gue tarik tarik "yaudah ayo"
"Nay, Nell gue duluan ya" Pamit gue pada Naya dan Nella yang lagi membereskan alat tulisnya
"Ngapa buru buru dah?" Tanya Nella tapi gue langsung narik tangan Rachel ke kantin
Sampe di kantin gue beli permen karet di warung mbok Yem. Gue cepet cepet makan lalu gue kunyah cepet
"Eh lo ngapain?" Tanya Rachel "makannya biasa aja kali kaya di kejar mantan aja"
"Diem lu" Ucap gue dan terus mengunyah permen karet itu. Setelah udah gak manis lagi karena manisnya emang ada di gue semuah *aihh
Gue jalan tuh ke meja yang biasa di dudukin Para onta. Gue taruh tuh permen karet di kursi yang biasa diduduki Rey
"Tau rasa lo"
*******
Dari pintu kantin muncul para onta yang dipimpin Rey lalu di belakangnya terdapat ketiga sahabatnya. Rey dan ketiga sahabatnya lalu duduk di tempat biasa mereka duduk
Melihat Rey duduk di tempat yang seharusnya membuat Key tersenyum miring, Rachel yang melihat senyuman Key pun bergidik ngeri
"Lo ngapa senyum? Miring lagi?" Tanya Rachel yang sudah paham jika Key tersenyum miring maka akan ada yang terjadi
"Lo liat aja ntar" jawab Key tanpa mengalihkan pandangan dari meja Rey
"Huh hah" tiba tiba Nella dan Naya datang dengan napas yang terengah engah
"Lo kenapa? Abis marathon?" Tanya Rachel bingung karena kedua sahabatnya datang tiba tiba dengan napas terengah engah
"Huh hah itu tadi" jawab Nella dengan napas yang masih terengah engah "minum dulu" Key menyodorkan air mineral yang sempat ia beli tadi dan pastinya belum Key minum
"Huh hah gantian donk" ucap Naya lalu merebut air mineral yang diminum Nella
"Tunggu tunggu" ucap Rachel yang menyadari ada kejanggalan
Naya pun meletakkan botol yang sudah kosong di atas meja lalu menatap Rachel. Key dan Nella pun sama jadi sekarang Rachel menjadi pusat perhatian ketiga sahabatnya
"Lo tadi minum pake botol itu kan?" Tanya Rachel dengan menunjuk Nella lalu bergantian menunjuk botol mineral
"Iya. Kenapa" jawab Nella
"Lo juga minum pake botol itu kan?" Tanya Rachel sambil menunjuk Naya dan botol bergantian
"Iya. Terus?"
"Lo berdua minum dari botol yang sama. Yang artinya lo berdua berciuman secara gak langsung" jelas Rachel membuat ketiga sahabatnya melongo
1detik
2detik
3detik
"MAMA!?! TOLONGLAH ANAKMU MAAA!?!" Teriakan Naya terdengar memekakan telinga
"AAAAAAA!?!" Jerit Nella yang baru menyadari apa yang terjadi "gara gara lo kan!? First kiss gue?!" Sambung Nella menyalahkan Naya
"Kok gue? Ya salah lo lah!? Males gue ngomong sama lo lagi!?" Ucap Naya membela diri
"Lah orang lo yang rebut malah nyalahin gue lagi" ucap Nella yang hanya dibalas pelototan tajam oleh Naya
"Udah udah" ucap Key menengahi perdebatan Naya dan Nella
"Oh iya lo tadi dateng tiba tiba sama ngos ngosan kenapa?" Tanya Rachel yang masih bingung tentang Naya dan Nella yang datang dengan ngos ngosan
"Itu tadi si Naya mainan pesawat kertas di koridor" jawab Nella cuek
"Lah kok bisa sampe ngos ngosan gitu?" Tanya Key heran, biasanya kalo main pesawat kertas kan gak nyampe ngos ngosan gitu
"Tadi Naya main pesawat kertas di koridor, nah gak sengaja Bu As lewat pas lagi mangap lagi, jadi tuh pesawat masuk deh ke mulut Bu As. Nah Bu As marah terus dia ngejar ngejar kita" jawab Nella menjelaskan apa yang terjadi padanya dan Naya
"Iya tuh pesawat gue masuk ke goa terkutuk" sahut Naya "eh gue kan lagi puasa ngomong sama lo" sambung Naya sambil melirik Nella
"Pfft hahahah" tawa Rachel dan Key pun pecah
"Tuh pesawat bukan masuk goa terkutuk tapi goa j*****m" ucap Rachel di sela tawanya
"Pesawat nya jadi basah dong" sahut Key di sela tawanya"
"Wahahah" Nella dan Naya pun ikut tertawa menertawakan kejadian yang menimpanya
"Udah ah perut gue sakit" ucap Key di sela meredakan tawanya
"Kalo gue liat langsung pasti perut gue sakit kebanyakan ketawa" ucap Rachel
"Udah simpen ketawa lo. Ntar lo bakal ketawa lagi" ucap Key yang sudah berhasil meredakan tawanya
Naya, Nella, dan Rachel pun berhenti tertawa lalu merekan memusatkan pandangannya pada Key yang sedang tersenyum miring
"Apaan?" Tanya Nella
"Lo liat noh" jawab Key sambil menunjuk meja Rey menggunakan dagunya
Nella, Naya, dan Rachel pun mengikuti arah pandang Key dan menemukan para kucrut sedang makan diselingi canda tawa
"Rey? Vano? Rafa? Regan?" Tanya Naya berturut turut
"Lo tunggu aja bentar" ucap Key tanpa mengalihkan pandangan dari meja Rey yang pastinya masih tersenyum miring
Kantin mulai sepi karena bel sudah berbunyi lima menit yang lalu dan ketika para onta hendak pergi Rey susah berdiri
Ketika Rey berhasil berdiri para cumi pun tertawa melihat celana Rey yang dihiasi permen karet yang cukup besar karena tadi Key menaruh satu bungkus permen karet
"Hahahah" tawa para cumi pun menggelegar memenuhi kantin
"Rey, lo kalo boker jangan di kantin lah. Mana pink lagi" cibir Key
Karna menyadari ada kejanggalan Rey pun berjalan mendekati meja Key
Brakk
Rey menggebrak meja Key dan membuat para cumi berdiri sekaligus berhenti tertawa
"Perbuatan lo kan" semprot Rey menunjuk Key
Key menurunkan telunjuk Rey dari wajah nya lalu melipat tangan nya di depan d**a "kalo iya kenapa?" Tantang Key
"LO!?" Geram Rey lalu mengambil botol minum milik Rafa yang masih ada isinya setengah
Byurrr
Rey menyiram Key menggunakan air minum milik Rafa
"REY" geram Key lalu mengambil botol minum milik Rachel yang masih terisi setengah
Byurrr
Key balas menyiram Rey menggunakan air minum milik Rachel
"Key minum guee" pekik Rachel yang terlihat tak terima air minumnya dibuang buang
"diem lu Chel, nanti gue ganti" ucap Key "s**l udah abis aja" umpat Key lalu berjalan menuju salah satu stan untuk membeli sebotol air mineral
"elu ngeselin sumpah" geram Key lalu menyiram Rey menggunakan air mineral yang baru saja dibelinya
"lu ah" Rey menatap Key marah lalu berjalan dengan langkah lebar hendak membeli sebotol air mineral "nih biar luntur tuh make up" ucap Rey sambil menyiramkan sebotol air mineral ke wajah Key
"Raf beli popcorn gih" suruh Vano
"buat apa?" tanya Rafa
"nonton drama tuh" jawab Vano sembari menunjuk Rey dan Key menggunakan dagunya
"wah ide bagus" ucap Rafa "uangnya mana?" pinta Rafa sambil menyengir lebar. melihat itu Vano mendengus keras. namun, tetap mengeluarkan uang dari sakunya dan memberikannya pada Rafa
drama penyiraman akhlak ah bukan, maksudnya air mineral pun terus berlanjut bahkan telah menghabiskan masing masing lima botol
Rafa, Vano, dan Regan hanya menontonnya dengan ditemani dua bungkus popcorn. berbeda dengan Naya, Nella, dan Rachel. mereka malah memotret bahkan merekam adegan itu
Hingga
"REY KEY" teriakan itu menyadarkan Key dan Rey. mereka menoleh bersamaan melihat pintu masuk kantin