5 | taman (2)

1146 Words
Rey pov Ya hari ini gue pergi ke taman, sama anak anak onta pastinya. Gue sebenernya males kemana mana tapi karena komik tersayang gue jadi taruhannya akhirnya gue ikut Untung aja ada si Rafa yang cuma minta ke taman lah kalo minta rumah? Liburan luar negeri? Ato istana? Kan repot ntar dompet gue kekeringan, sebenernya sih ada uang tapi yakali buat beliin rumah anak onta kaga ikhlas gue Dan makasih buat Rafa yang baik hati karna dia cuma minta ke taman kan jadi lega gue "Udah sampe nih, lo mau ngapain ke taman?" Tanya gue setelah memarkirkan mobil "Ya maen lah" Sewot Rafa “lu mau prosotan ngab?” tanya Vano “iya kalo boleh” jawab Rafa Setelah turun kita mulai masuk ke taman. Disini rame mungkin karena hari Minggu ya. Ada anak anak lagi maen perosotan, kejar kejaran. Ada juga orang lagi joging, pacaran mesra mesraan_-Dihhh Tapi setelah gue melihat isi taman, pandangan gue tertuju pada objek yang familiar di mata gue "Eh, itu bukannya Keo ya?" Tanya gue "Mana sih?" Tanya Vano "Itu yang duduk di kursi depan ayunan" Jawab gue "Eh iya iya, itu bukannya Keo?" Tanya Rafa "Hmm" Jawab gue "Samperin kuy?" Ajak Regan Akhirnya gue nurut aja karna kalo gue nolak merekan ngancem mau bakar komik gue, kan gue gak rela "Oy, broo" Sapa Regan lalu salaman ala laki laki Ya, sebenernya gue sama tiga onta akrab sama si Keo. tapi pas di restoran itu semua lagi fokus sama makanannya dan gamau ganggu acara dinernya Keo "Wew broo" Sapa Vano lalu salaman, di lanjutkan Rafa terus Gue "Pada ngapain kesini?" Tanya Keo "Itu si Rafa yang minta" Jawab Regan "Lah lo ngapain kesini?" Tanya gue balik "Nemenin itu" Jawab Keo sambil menujuk cewe pake dress peach mendorong ayunan yang berisi anak kecil pake dress yang sama tapi lebih kecil "Pacar lo?" Tanya Vano "Ato istri lo? Dari kemarin bertiga terus" "E--" Tring tringg Ucapan Keo terpotong bunyi ponsel Keo, Keo lalu sedikit menjauh untuk menerima telpon. "Eh, sorry gue harus pulang duluan" Pamit Keo lalu berjalan mendekati cewe tadi lalu menggendong anak kecil sambil menggandeng tangan si cewe_-yang ternyata Key Setelah Keo dan Key pergi gue duduk di tempat Key tadi yang pastinya diikuti para anak onta, heran deh gue kenapa mereka ngintilin gue, gue berasa mak ayam tau gak? eh lebih tepatnya bapak onta sih "Eh, gue penasaran ada hubungan apa Keo dan Key?" Tanya Vano "Eh iya, kayaknya mesra banget dah. Mana bawa anak kecil" Timpal Rafa "Istrinya mungkin" Sahut Regan "Yakali" ucap Vano sambil menonyor kepala Regan "Dih napa lo pada ghibah" Ucap gue "Mereka pacaran? Tapi kok bawa anak kecil, mana mirip lagi? Yakali gue suka Key? Gak gak gak!?!" Batin gue sambil geleng-geleng "Ada tahlilan lagi Rey" Tanya Rafa polos "Dalam rangka apa nih ngadain tahlilan? Kemaren di mall sekarang di taman" Timpal Vano Regan menonyor kepala Rafa dan Vano bergantian "g****k!?" Umpatnya "Mao es krim gak?" Tanya gue daripada ngedengerin bacotan unfaedahnya mereka "Lo yang traktir kan?" Tanya Rafa "Yes!?!" Gumam Rafa tapi masih bisa di dengar gue, Vano, dan Regan "Dih pas traktiran aja semangat" Cibir gue "Yaiyalah kan free food is everything" Ucap Rafa "Dih dapet slogan dari mana lo?" Tanya Vano "Dari film yang merangkak jadi novel" Jawab Rafa "Dih mana ada?" Tanya Vano dan gue bersamaan "Yang ada novel merangkak jadi film" Timpal Regan "Dihh, ada ya judulnya Sultan, Permaisuri, dan Secret" Jawab Rafa percaya diri "ITU RAJA RATU RAHASIA, g****k!?!" Bentak gue, Vano, dan Regan bersamaan "Dih, ngegas" Cibir Rafa "Itu juga dari novel jadi film b**o" Jelas Vano "Dih, orang gue ke mall liat adanya film dulu baru novel" Ujar Rafa "Yaiyalah b**o, orang lo ke bioskop dulu baru ke toko buku" Sahut Regan "Yaudah sih" Ucap Rafa cuek "Rey buruan pesenin es krim nya, gue rasa coklat" Suruh Rafa sambil menyilangkan kedua tangan di depan d**a kek bos aja Gue menghela nafas kasar "yaudah lo mau apa?" Tanya gue sama Vano dan Regan "Samain aja" Jawab Vano dan Regan Dan akhirnya gue harus ngerelain hari ini jadi jongosnya mereka hufttt setelah ngantre lama, akhirnya gue kembali membawa sejuta kerinduan aww. eh maksudya empat cup es krim. tapi pas gue balik kok kayak ada yang aneh. gimana gak aneh kalo Vano main ayunan kenceng banget sampe naik tinggi banget apa ga patah tu ayunan tapi yang lebih mencengangkan adalah Rafa yang main perosotan bareng bocah bocah. mana main dorong dorongan segala lagi kalo ada yang nyerobot urutannnya. gue ragu Rafa itu beneran anak kelas sebelas bukan sih? untung aja temen gue masih ada yang normal. siapa lagi kalau bukan Regan. dia cuma duduk sambil ngedengerin musik dari ponselnya. gue akhirnya duduk di samping Regan dan memberikan satu cup es krim yang langsung diterimanya dan sisanya gue taruh samping gue "Gan, panggil tuh temen temen lu" ucap gue. Regan pun melepas earphone yang daritadi menyumpal keuda telinganya. perasaan gue ga enak nih pas liat Regan ngambil batu di bawah kakinya. dan benar saja, Regan mengetukkan batu itu pada kursi taman dan membuat hampir semua perhatian pengunjung taman tertuju pada gue sama Regan  "anak anak es krimnya udah sampe, dimakan dulu sini" ucap regan dengan suara keras seketika gue malu. gue cuma bisa nutupin wajah gue sambil bilang "gue gak kenal dia, dia bukan temen gue" ******* Pagi ini disertai hujan gerimis dan hawa dingin yang menusuk kulit membuat seorang remaja kembali mengeratkan selimutnya mengabaikan ketukan dan panggilan dari luar kamarnya Tok tok tok Tok tok tok Dugh Dugh Dugh Ketukan dan gedoran yang sangat amat bar bar itu pun tidak membuat sang empunya kamar membuka matanya Hingga Brakk Suara pintu yang dibuka paksa oleh seseorang pun tidak membuat Rey bangun dari tidurnya "Bang, bangun" Ucap Alan_-adik Rey sambil mengguncang tubuh Rey tapi Rey tetap tidak bangun bahkan malah semakin mengeratkan selimutnya Sementara Alan menggucangkan tubuh Rey, Anand pergi kekamarnya untuk mengambil sesuatu Anand kembali dengan senyum jahilnyanya, ternyata ia mengambil dua pistol air miliknya dan Alan "Lan, nih" Anand memberikan pistol air milik Alan "Buat apa?" Tanya Alan "semprot abang" jawab Anand lalu pergi ke kamar mandi yang ada di kamar Rey untuk mengisi pistolnya Setelah mengisi air Alan mendekati Rey disisi kanan dan Anand disisi kiri. Mereka menyemprotkan air yang sudah di beri pewarna merah ke wajah Rey lalu menunduk Rey mengerjapkan matanya karena merasakan basah di wajahnya. Rey menyentuh wajahnya lalu... "MAMAAAAA DARAHHHH!?!?" Teriakan Rey membuat Alan dan Anand yang sedang bersembunyi tertawa "MAMA ADA KUNTILANAK!?!" Teriak Rey lagi karena suara tertawa Alan yang memang menyeramkan Rey lalu berlari keluar kamar dan berteriak sambil menuruni tangga "MAMI TOLONG REYY!?!" srettt Dug "MAMI!?!?" Teriak Rey sambil mengelus pantatnya yang habis mencium lantai "Ish!?! Kamu kenapa daritadi teriak teriak" Omel Rere_-mami Rey "ini rumah bukan hutan" Sambung Rere Alan dan Anand yang sudah meredakan tawanya pun tambah tertawa keras saat melihat posisi jatuh abangnya "Jangan jangan tadi kalian ya?" Selidik Rey yang masih dalam posisi yang sama "Iya" jawab Alan dan Anand "Ish! Awas ya" Ancam Rey lalu bersiap siap untuk mengejar Alan dan Anand yang langsung dihentikan suara Rere "Gak sekolah Rey?" Tanya Rere Rey menepuk dahinya lalu berlari menaiki tangga menuju kamarnya walaupun pantarnya masih sedikit nyeri Setelah gosok gigi dan cuci muka Rey menuruni tangga dengan terburu buru walaupun masih sedikit nyeri. Kalo mungkin tidak ada ulangan harian Rey akan bolos, tapi karena ada ulangan terpaksa Rey berangkat "Mi Rey berangkat" pamit Rey menciun punggung tangan Rere lalu menyambar roti bakar di meja Rey lalu pergi mengeluarkan mobil lamborghini nya lalu melesat menuju sekolah
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD