Akhirnya Cinta pun meminta tolong ke Ayahnya untuk membuatkan dua mangkuk Basso untuk Arjun dan juga teman Arjun. Karena Ayah Cinta disitu berjualan Basso, jadi iya hanya bisa menyuguh Arjun dan Vito sesuai apa yang iya miliki.
"Terima kasih ya Arjun" kamu telah membela-belain untuk mencari tempat tinggal aqu. Dan padahal tempat ini lumayan jauh dari tempat tinggal kamu. Ucap Cinta ke Arjun.
"Tidak apa Cinta, kalau tidak begini mungkin kita tidak akan bertemu." Jawab Arjun ke Cinta. Dan Vito pun hanya tersenyum menyaksikan Arjun yang asyik mengobrol bersama Cinta. Dan setelah Arjun mengobrol dengan Cinta cukup lama, dan iya juga telah meminta nomor hanphone Cinta, Arjun pun mulai merasakan sakit di kakinya itu bertambah dahsyat. Akhirnya pun sebelum mengungkapkan perasaanya Arjun pun memutuskan untuk pamit pulang ke Cinta dan juga Ayah Cinta.
Karena menurut Arjun, yang terpenting sekarang iya telah menemukan alamat rumah Cinta, dan juga sudah memegang nomor hanphone Cinta. Dan untuk kelanjutan hubunganya pun akan iya fikirkan setelah iya sampai di rumah nanti. Setelah berpamitan ke Ayah Vinta dan juga Cinta, Arjun dan Vito pun terus berjalan dengan pelan menuju ke motor Besarnya. Di saat itulah Cinta baru mengetahui jika Arjun kakinya terluka. Cinta pun menahan Arjun untuk tetap ditempat Cinta untuk berobat terlebih dahulu, namun Arjun menolaknya dan karena waktu telah mulai larut sore, jadi Arjun memang harus segera pulang, yang supaya tidak kemalaman dijalan.
Dan Arjun juga akan berobat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalananya. Dan juga sekaligus berhenti di sebuah masjid atau musolla untuk menunaikan kewajiban lima waktunya. Kini satu jam pun telah berlalu, Arjun dan temanya telah meluncurkan motornya dengan jarak jauh. Arjun pun diperjalanan selalu teringat akan Cinta. Dan akhirnya diwaktu iya berhenti untuk menjalankan sollat maqrib, Arjun pun menyempatkan waktu untuk membuka hanphonenya terlebih dahulu.
Ternyata dalam hanphone Arjun terdapat pesan atau chat dari Cinta, yang memberi perhatian ke Arjun. Walau merasakan sakit dikakinya yang cukup lumayan, namun karena mendapat perhatian dari sang pujaan hati, jadi rasa sakit itu pun menjadi berkurang. Dan Arjun pun juga membalas perhatian ke Cinta.
Vito yang selalu memperhatikan gerak gerik Arjun pun iya hanya bisa tersenyum lega dengan menyaksikan kebahagiaan yang diraskan oleh temanya itu, walau kabahagiaan itu harus Arjun bayar dengan merasakan sakit di kakinya yang cukup lumayan. Dan setelah menunaikan sollat maqrib dimasjid, Vito pun kembali melajukan Motor besar Arjun. Dan Vito lah kali ini yang membawa motor Arjun. Karena melihat kondisi Arjun yang tidak memungkinan untuk menyetir motor Besarnya. Kali ini karena telah melakukan sollat magrib, Vito pun tidak akan berhenti-berhenti lagi dalam mengendarai motor Besar temanya itu. Karena melihat kondisi Arjun yang menahan sakit dikakinya, Jadi Vito terasa tidak tega melihat kondisi Arjun yang sembari menahan sakit.
Karena perjalanan yang masih cukup jauh, jadi Vito pun harus mengemudikan motor besar Arjun dengan kecepatan yang tinggi. Karena jarak tempuh dari rumah Cinta ke rumah Arjun membutuhkan waktu sekitaran lima jam perjalanan. Dengan menggunakan kecepatan tinggi Arjun dan Vito baru bisa sampai di rumah sekitar pukul 22: 30 menit wib.
Kini empat jam perjalanan telah berlalu, Ibu Arjun pun sudah mulai gelisah dengan mengetahui sang anak lelakinya belum kunjung tiba di rumah. Sementara Arjun dan Vito pun diperjalanan sedang mengejar waktu yang telah mulai malam itu. Adik Arjun pun sudah diperintahkan oleh orang tua Arjun untuk menunggu Arjun di rumah Vito. Dan hingga satu jam pun telah berlalu, kini Arjun dan Vito pun baru sampai di kediaman orang tua Vito. Adik Arjun pun mengetahui kakaknya yang berjalan dengan kaki pincang, iya merasa terkejut dengan kondisi sang kakak. Dan akhirnya pun Vito penceritakan semua kejadian yang menimpa Arjun tadi siang.
Lalu Arjun pun terus berpamitan ke Vito untuk meluncur pulang bersama sang Adik yang telah menunggu lama di tempat di rumahnya. Dengan menggunakan kendaraan motor metiknya Toni pulang bersama sang kakak yaitu Arjun. Sementara motor Besar Arjun pun iya tinggal di rumah Vito karena Toni tidak mau mengendarainya.
Dengan hitungan menit saja Arjun dan Toni pun telah sampai di rumah bersama Arjun. Ibu Arjun pun sangat terkejut tentunya dengan melihat Arjun yang pulang tanpa menggunakan motor Besarnya. Namun sang Adik menjelaskan semua yang terjadi pada Arjun. Ibu Arjun pun terus mengobati luka yang ada di kaki anaknya itu. Dengan mengompres air hangat dan memberinya obat. Setelah itu pun Arjun terus beranjak masuk ke kamar dan bersih-bersih badan dan menjalankan sollat Isyak.
Setelah itu pun iya terus beranjak ke ranjang tidur untuk beristirahat. Namun perasaan rindu Arjun ke Cinta pun kembali mengusik hati dan fikiranya. Akhirnya pun Arjun dengan meraskan sakit dikakinya, iya menelfon Cinta pada waktu mulai larut malam, yaitu sekitar pukul 23:00. Kebetulan Cinta juga belum tertidur karena sedang menunggu kabar dari Arjun telah sampai di rumah atau belum. Dan dengan penantian itu pun akhirnya Arjun menelfon ke sang pujaan hatinya.
Tuuut, tuuut, suara hanphone Cinta berbunyi. Iya pun langsung mengangkatnya.
"Hallo Assalamuallaikum," ucap Cinta ke Arjun.
Waallaikum salam wr wb. "Jawab Arjun ke Cinta."
Sudah sampai di rumah kah Arjun? Tanya Cinta ke Arjun.
Sudah Cinta, baru saja sampai dan ini sudah mau beristirahat. Namun hati ini merasa gelisah karena sesuatu.
Cinta pun menjawab dari ucapan Arjun tersebut. "Sesuatu apa Arjun ?" Beristirahatlah, kaki kamu kan sedang terluka jadi harus banyak-banyak beristirahat.
Baiklah sayang, " Jawab Arjun yang dengan tiba-tiba tidak bisa menahan perasaanya itu." Cinta pun terdiam dengan Arjun memanggilnya dengan sebutan sayang. Dan Arjun pun terus melanjutkan ucapanya yang sudah sangat ingin mengungkapkan perasaanya ke Cinta.
Bolehkah aqu bertanya sesuatu ke kamu Cinta? Ucap Arjun lagi ke Cinta. Boleh Arjun, kenapa tidak. Mendengar jawaban dari Cinta itu pun Arjun terus menyatakan perasaanya walau hanya melalui hanphone.
"Cinta sebelumnya aqu memohon maaf yang sebesar-besarnya karena menelfon kamu di jam mulai larut malam seperti ini." Semua itu karena aqu sudah tidak bisa membendung perasaan aqu ke kamu Cinta. Aqu mencintai kamu. Oleh sebab itu aqu berusaha untuk mencari tempat tinggal kamu karena aqu tidak bisa kehilangan kamu.
Cinta pun dengan perasaan yang memang dari dahulu iya juga menyukai Arjun, iya pun sangat bahagia sekali dengan kata-kata yang diucapkan oleh Arjun terhadapnya. "Dengan perasaan malu bercampur dengan bahagia Cinta pun menerima perasaan Arjun kepadanya. Dan Cinta pun juga memberikan jawaban yang sama ke Arjun.
"Iya Arjun terima kasih atas Cintanya, aqu juga mencintai kamu."
Arjun pun sangat girang sekali dengan mendengar jawaban dari Cinta itu. Akhirnya mereka pun terus mengobrol hingga waktu larut malam. Dan sampai akhirnya pun Cinta tertidur karena saking mengantuknya namun tidak bisa menolak obrolan dari Arjun. Tetapi Arjun pun mengetahui dengan diamnya hanphone Cinta berarti memang Cinta telah tertidur karena memang sudah larut malam. Dengan mengetahui Cinta yang telsh tertidur, Arjun pun terus menutup hanphonenya dengan ucapan salam walau tidak dijawab oleh Cinta. Dan iya juga terus beranjak tidur karena esok jika kakinya sudah mulai membaik iya harus berangkat ke kantor Ayahnya.
Namun kini Arjun benar-benar sudah merasa lega dan mendapatkan kebahagiaanya bersama Cinta. Walau perasaan itu baru iya nyatakan lewat hanphone, tapi paling tidaknya iya sudah menyatakan dan Cinta telah menerimanya. Kini Arjun pun tidak perlu lagi mencari dompet dan foto Cinta yang telah hilang itu. Karena jika Arjun mau, Cinta pun akan mengirimkan fotonya yang lebih banyak ke hanphone Arjun. Karena kini mereka sudah bisa menjalin komunikasi, jadi akan lebih mudah untuk keduanya saling melepas rindu dan membahas tentang kelanjutan hubungan mereka.
Akhirnya Arjun pun merasa tenang karena telah menemukan jodohnya walau belum sampai ke jenjang pernikahan. Namun semua itu pasti Arjun akan laksanakan bersama Cinta sang pujaan hatinya.