kaya raya

1356 Words
Hingga akhirnya Arjun pun meluncurkan Motor besarnya dengan tidak bertanya-tanya lagi ke orang tentang Alamat yang iya cari, dan berputar-putar mengelilingi daerah dan Alamat yang iya bawa hingga iya merasa hampir menyerah dan putus asa. Dan dibawah teriknya sinar matahari yang sangat cerah dan panas itu, Arjun pun masih ingat akan kewajibannya menjalankan sollat lima waktu. Dan meminta petunjuk kepada Allah yang memiliki kuasa atas langit dan bumi ini. Dan waktu telah menunjukkan pukul 13:30, Arjun dan temanya pun berhenti di sebuah masjid dan akan melaksanakan sollat Dzuhur terlebih dahulu. Dan setelah selesai menunaikan sollat Dzuhur Arjun dan Vito pun beristirahat didepan mesjid tersebut dengan duduk-duduk sembari melihat pemandangan di sekitar mesjid yang terasa sejuk dan damai itu. Yang di sebelah mesjid itu terdapat rumah yang minimalis dan sangat sederhana. Arjun pun merebahkan tubuhnya yang lelah dan sembari memejamkan matanya dilantai serambi masjid yang sangat sejuk itu, sekitar lima belas menit lamanya. Dan setelah tertidur sejenak, Arjun pun terbangun oleh suara anak kecil yang sedang bermain sendirian di depan rumah yang dekat dengan mesjid itu. Dan setelah terbangun Arjun pun sudah tidak bisa lagi memejamkan matanya, lalu iya pun memperhatikan anak lelaki kecil yang tengah asyik bermain sendirian itu. Arjun pun berfikir, “kenapa Anak kecil itu di biarkan keluar rumah dan bermain sendirian, di manakah orang tuanya ?” Tanya Arjun dalam hati. Dan tiba-tiba anak kecil itu berlari menuju ke tengah jalan, karena akan mengambil permainanya yang terlempar di tengah jalan. Dan sesampainya anak itu di jalan, ada sebuah motor melaju dengan kecepatan yang tinggi, Arjun pun dengan sigapnya iya langsung bergegas lari untuk menyelamatkan anak kecil tersebut. Dan Alhamdulillah Arjun pun berhasil menyelamatkan anak itu dari motor yang telah dekat jaraknya dari tubuh si anak kecil. Namun sayangnya keadaan yang berbalik, Arjunlah yang mengalami luka di kakinya karena terserempet oleh motor tersebut. Dan melihat kejadian itu, Vito yang sedang beristirahat di Masjid pun langsung bergegas lari dan menghampiri Arjun yang tersungkur di jalan karena menyelamatkan seorang anak kecil tersebut. Dan motor yang menyerempet Arjun itupun lari dengan semaunya sendiri dan tidak mempertanggung jawabkan perbuatanya. Suara gaduh orang yang mengerumuni Arjun pun terdengar di telinga sang Ibu yang anaknya diselamatkan oleh Arjun tersebut. Dan dengan mendengar keramaian orang yang ada di depan rumahnya, Iya pun terus beranjak keluar dari dalam rumah dan mencari tau dari sebab kerumunan tersebut. Dan sangat tidak disangka ternyata yang di kerumuni adalah anaknya yang hampir tertabrak oleh motor. Iya pun sangat terkejut dengan melihat anknya yang digendong oleh seorang laki-laki yang tidak iya kenal. Lalu orang tua anak itu pun langsung menggendong anaknya serta mengajak Arjun untuk singgah di rumahnya. Dan akan mengobati luka yang ada pada kaki Arjun. Vito pun akhirnya membawa Arjun masuk kedalam rumah Ibu itu. Setelah Arjun masuk kedalam rumah, Ibu yang anaknya telah Arjun tolong itu pun mempersilahkan Arjun dan Vito untuk duduk serta memperkenalkan dirinya ke Arjun dan juga Vito. “Silahkan duduk nak.” Perkenalkan nama saya Ibu Sita. Arjun pun terkejut mendengar pengakuan nama Ibu Sita tersebut. Karena Ibu Cinta juga namanya Sita. Namun Arjun pun tidak memperlihatkan perasaan terkejutnya itu ke Ibu Sita. Iya pun tersenyum dan sembari memperkenalkan dirinya dan temanya. Dan Ibu Sita pun meminta maaf yang sebesar-besarnya dan berterimakasih sekali ke Arjun karena iya telah menolong Anaknya dari bahaya yang menghampirinya. Ibu Sita pun menceritakan kejadian mengapa anaknya bisa sampai di luar rumah dengan sendirian. Jadi Dia tidak tahu kalau ternyata anaknya telah berada di luar. Karena anaknya tadi sedang tidur di ruangan televisi. Dan terus iya tinggal untuk mencuci pakaian dibelakang rumah. Arjun pun mengangguk dan memaklumi atas kejadian tersebut. Dan Ibu Sita pun sembari mengobati luka Arjun, iya bertanya ke Arjun. Nak, “Kalau Ibu boleh tau, nak Arjun ini dari mana dan mau kemana ya ?" So'alnya nak Arjun kok kayaknya bukan orang daerah sini ?" Tanya Ibu Sita ke Arjun. Iya Bu, Jawab Arjun ke Ibu Sita, “Saya dan teman saya memang bukan orang daerah sini.” Saya dari rumah dan mau ke rumah teman. Dan kebetulan kami tadi menumpang sollat di masjid sebelah sembari beristirahat. Ow berarti tadi melihat anak saya karena nak Arjun ada di halaman mesjid ya ? Tanya Ibu Sita ke Arjun. “Iya Bu, Benar sekali.” Jawab Arjun ke Ibu Sita. Iya nak, sekali lagi Ibu ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya ya, Ibu tidak bisa membalas kebaikan nak Arjun." Ucap Ibu Sita ke Arjun. Ibu hanya bisa berdoa semoga apa yang nak Arjun inginkan semua bisa tercapai. Amiinn. “Arjun pun menjawab" Terimakasih Bu atas do'anya. Dan doa itulah yang sangat Arjun butuhkan Bu. Setelah Ibu Sita selesai mengobati luka Arjun, Iya pun pergi kebelakang sebentar untuk membuatkan minuman Arjun dan temanya. Dan dengan tidak disengaja Arjun pun melihat sebuah foto yang terpasang di dinding rumah Ibu Sita tersebut. Arjun pun merasa sangat terkejut untuk yang kedua kalinya. Karena foto yang iya lihat di dinding rumah Ibu Sita itu mirip sekali dengan foto Cinta. Wanita yang sedang iya cari. Dan setelah Ibu Sita keluar dengan membawa suguhan air minum untuk Arjun dan Vito. Ibu Sita itu pun melihat bahwa Arjun sedang menatap foto anak gadisnya itu. Ibu Sita pun tersenyum dan sembari berkata ke Arjun. "Itu foto anak saya nak, Cinta namanya." Arjun pun terkejut bukan kepayang, yang serasa bagaikan tersambar petir disiang hari. Dengan mendengar Ibu Sita yang menyebut nama Cinta anaknya. Arjun pun semakin penasaran dengan anak Ibu Sita yang bernama Cinta itu. Lalu Arjun pun bertanya ke Ibu Sita. Bu kalau boleh saya tau nama lengkap anak ibu siapa ya ? "So'alnya kok mirip sekali dengan teman saya waktu kuliah dulu." Ibu Sita pun menjawab nama lengkap anaknya itu ke Arjun. Nama lengkap anak saya adalah "Cinta Anggraini Sugito." Tetapi Cinta sedang tidak ada di rumah nak, Iya sedang membantu Ayahnya berdagang. Arjun pun semakin terkejut dan juga terfikiran bahwa Cinta yang Ibu Sita maksudkan yaitu Cinta yang sedang iya cari. Arjun pun semakin tidak bisa membendung rasa penasarannya. Dan iya pun terus bertanya ke Ibu Sita, Dimana tempat Cinta dan Ayahnya berdagang Bu? Tanya Arjun ke Ibu Sita. Ibu Sita pun memberi tau ke Arjun arah tempat berdagang Cinta dan Ayahnya. Rasa lega sekaligus penasaran Arjun pun terus berlanjut. Dan karena Arjun telah mengobrol cukup lama dan banyak dengan Ibu Sita, Iya pun ingin melanjutkan petualanganya mencari Cinta. Arjun dan temanya pun terus berpamitan ke Ibu Sita untuk melanjutkan tujuanya. Setelah Arjun dan Vito berpamitan dengan Ibu Sita iya pun terus meluncurkan motor besarnya dan menuju ke arah atau tempat Berdagang Cinta dan Ayahnya. Dengan jarak tempuh lima belas menit Arjun dan Vito pun telah sampai ke area atau tempat Dagang Cinta dan Ayahnya. Dan sebelum Arjun dan Vito pun melepas helemnya dan lanjut duduk di Bangku yang telah disediakan oleh Ayah Cinta itu, Iya dan Vito pun memastikan terlebih dahulu dengan cara memperhatikan gerak gerik Cinta di tempat Dagangnya tersebut. Dan ternyata benar adanya, Cinta yang Ibu Sita maksudkan adalah memang Cinta yang sedang Arjun cari dan sedang iya rindukan selama ini. Dan setelah Arjun Benar-benar yakin bahwa itu Cinta, Iya dan Vito pun berjalan dengan pelan menuju tempat duduk yang telah disediakan oleh Ayah Cinta untuk para pembeli di tempatnya itu. Cinta pun juga belum melihat jika yang tengah duduk di lokasi Dagangnya adalah Arjun dan Vito. Dan setelah Arjun duduk dengan beberapa menit, Cinta pun menghampiri kedua pembeli itu. Dan setelah berada dekat dengan Arjun Cinta pun m terkejut bukan kepayang, dengan melihat Arjun yang tiba-tiba ada di hadapanya. Cinta pun dengan spontanitas memanggil nama Arjun. "Arjuunn!" Teriak Cinta ke temanya yang selama beberapa tahun ini telah berpisah darinya. Arjun pun mendengar suara Cinta itu, iya terus berdiri dan menyodorkan tanganya untuk bersalaman ke Cinta. Dan akhirnya pun mereka saling bersalaman dan terus mengobrol bertiga bersama Vito. Dengan perasaan Cinta yang teramat senang, sampai-sampai iya pun lupa untuk memberi minum ke Arjun dan Vito. Namun Ayah Cinta pun peka dengan semua itu. Jadi Ayah Cinta lah yang menyuguhkan minuman ke Arjun dan Vito. Lalu Cinta pun permisi ke Arjun untuk membuatkan Basso untuk Arjun dan juga Vito. Tetapi Arjun tidak mengizinkan itu. Karena bagi Arjun iya membutuhkan Cinta, bukan Dagangannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD