Bagian 53

1661 Words

“Ibu … Ayah … Ibu …” Seorang gadis nampak berjalan tergesa-gesa menyusuri lorong istana. Matahari bahkan belum menampakkan dirinya, tetapi gadis ini malah bangun di tengah malam gelap gulit. “Buka pintunya,” perintah Agata kepada prajurit yang menjaga kamar raja dan ratu. “Maaf, Putri. Anda harus mendapat ijin lebih dulu dari raja dan ratu,” kata prajurit di sana. Meskipun Agata adalah seorang putri, dia tetap harus menghormati apa yang menjadi peraturan kerajaan. “AYAH. IBU.” Karena kesal, Agata pun berteriak di depan kamar kedua orang tuanya. Kennard dan Alice yang mendengar teriakan putrinya pun langsung terbangung. “Masih belum pagi, ada apa dengan gadis itu?” kata Kennard yang menatap jam masih pukul satu malam. Alice yang tak banyak bicara pun langsung bergegas menuju ke p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD