Bagian 27

1313 Words
Keesokan harinya Wizard Berta sudah berada di kerajaan werewolf untuk memenuhi undangan Kennard. Di ruangan Kennard sudah ada pria itu, Alice, Luc, serta Wizard Berta. Owen masih dalam perjalanan ke mari, sedangkan Frey tidak ikut dalam pembicaraan tersebut karena dia akan menemani Agata. Kemudian, pintu terbuka, menampilkan sosok Owen. Kali ini Owen sudah kembali, sedangkan Crush dalam mode merajuk karena semalam Owen habis-habisan mengomeli sang wolf. Owen duduk di seberang Kennard dan Alice. Wizard Berta yang baru pertama kali bertemu dengan Owen tentu saja tertarik dengan rambut putih pemuda tersebut. Owen mempertahankan ekpresi tenangnya. Sebenarnya dia tidak tertarik dengan yang namanya mate. Dia datang ke sini untuk membuat Crush tenang saja. Itu juga agar dia tak pusing mendengar keluh kesah sang wolf. "Sepertinya semua sudah berkumpul. Silakan dimulai, Raja," ucap Wizard Berta mempersilakan Kennard. Kennard pun mengangguk. "Jadi begini, Wizard. Sebelumnya perkenalkan, dia adalah Owen, putraku. Semalam kami mengadakan pesta untuk memperingati kelahiran kedua anak kami. Di pesta itu Owen menemukan mate nya. Dan kami semua terkejut karena mate Owen adalah Putri Iris. Seperti yang kita tahu bila Putri telah memiliki mate sebelumnya. Dan kita semua juga tahu bila tidak ada yang namanya mate ke dua. Itu sungguh mustahil. Karena hal itulah kami membutuhkan pandangan darimu, Wizard." Wizard Berta pun mengangguk paham. "Sepertinya saya harus memperkenalkan diri kepada Pangeran lebih dulu," ujar sang wizard yang menatap Owen penuh. "Perkenalkan, Pangeran. Saya Wizard Berta. Anda bisa memanggil dan menemui saya kapan pun jika membutuhkan jawaban," tutur Wizard Berta. "Langsung saja, Wizard. Anda pasti tahu masalah apa yang sedang kami hadapi. Sebenarnya ini bukan urusanku, ini urusan wolf dalam diriku," kata Owen yang tentu tidak sopan. Kennard akan menegur sang putra nanti. Wizard Berta tersenyum dan mengangguk saat itu juga. "Anda harus mengontrol emosi, Pangeran. Ini tidak baik untuk hubungan antar mate atau kaum," nasihat wizard. Owen diam dan tak menanggapi lebih. "Jika disamakan dengan kasus Raja Axele, sepertinya ini berbeda, Raja," ungkap Berta yang diangguki oleh Kennard. "Aku juga berpikir demikian, Wizard. Tapi, apa mungkin wolf Owen salah mengenali mate?" tanya Kennard ragu. "Itu bisa saja terjadi." "Tidak. Aku sama sekali tidak salah, Owen," kata Crush yang ikut mendengarkan pembicaraan tersebut. "Kata wolf-ku, dia tidak salah mengenali mate," sela Owen menyampaikan maksud Crush. "Bagaimana dengan Anda sendiri, Pangeran? Apakah Anda juga tidak salah mengenali mate?" tanya Wizard Berta kepada Owen. Terlihat pemuda itu terdiam. Tentu saja yang merasakan hanya Crush kemarin, sedangkan Owen sendiri tidak mengenali mate nya. "Anda tidak bisa mengenali mate sendiri. Anda sulit mencium aroma mate tersebut. Jadi, hanya sisi wolf Anda saja yang bisa tahu siapa mate kalian. Apakah perkataan saya ini benar, Pangeran?" Kennard, Alice dan Luc terkejut mendengar perkataan wizard. Owen merasa kesal ketika Wizard Berta terang-terangan mengungkap kekurangan yang ada pada dirinya. "Owen ... apa itu benar? Kamu ... tidak bisa merasakan aroma mate?" tanya Alice yang juga ingin tahu kebenarannya. Owen menutup matanya sejenak. "Itu benar." Matanya kembali terbuka. "Aku sudah katakan, bukan? Aku tidak membutuhkan mate. Hanya Crush yang membutuhkannya," jawab Owen dengan keegoisan yang tinggi. "Tanpa mate kamu tidak bisa hidup, Owen. Berhentilah egois pada dirimu sendiri," sela Kennard. Owen tersenyum tipis di tempatnya. Luc yang melihat Owen kembali menunjukkan sikap dingin dan egoisnya pun hanya bisa berdoa agar Kennard tak terpancing emosi saat ini. Sekarang Luc malah berharap lebih baik Crush yang ada di hadapannya. "Ken, tahan emosimu. Segalanya tidak akan selesai jika semuanya emosi. Owen, kamu juga kendalikan sikapmu ini, Nak," nasihat Alice yang sudah tak tahan melihat sang putra dan suaminya terus terusan berbeda pendapat. Owen dan Kennard pun sudah tak saling adu tatap. "Baiklah, mari kita cari jawaban ini," ucap Wizard Berta melerai. "Pangeran, bolehkah saya memegang tangan Anda?" pintanya. Owen mengulurkan satu tangannya. Dan seperti biasa sang wizard membuka pandangan yang ia lihat. Tetapi ada yang berbeda, di mana kalung Wizard Berta tampak bersinar dalam beberapa detik. Semua orang tampak mengamati setiap ekspresi yang wizard itu keluarkan. "Apa yang dia lakukan?" tanya Crush. "Mungkin dia akan membongkar jika kau memang tidak bisa mengenali mate," jawab Owen yang malah membuat Crush kesal. Kemudian tak berapa lama mata sang wizard pun terbuka. Wizard Berta terlihat tidak mampu berkata-kata di sana. Ini semakin membuat semua orang bingung. "Ada apa, Wizard?" tanya Luc mewakili kebingungan dari semua orang. "Ini salah. Semuanya salah dan membingungkan," jawab Wizard Berta yang malah tak dipahami oleh semuanya. "Itu semua karena rambut putihnya," kata wizard lagi. Owen tau, rambut ini selalu membawa dia dalam keburukan. "Bisa dijelaskan lebih rinci, Wizard?" tanya Luc lagi. Pandangan wizard beralih kepada Owen. Sebenarnya ada rasa kasihan ketika harus mengungkapkan fakta yang mungkin akan menyakiti sisi wolf Owen. "Pangeran. Dia mungkin ditakdirkan tidak memiliki mate sejati," ungkap wizard yang benar-benar berhasil membuat semuanya terkejut. Owen tidak terkejut, dia masih mempertahankan ekspresinya. "Rambut ini adalah tandanya. Dia bisa menjadi yang terbaik, dia juga bisa menjadi yang terburuk. Ada kelebihan dan kekurangan yang berada dalam satu tubuh. Dan sangat disesali jika kekurangan Pangeran adalah mate itu sendiri. Dan hanya itu yang baru bisa saya simpulkan. Maafkan saya karena harus mengungkap ini, Pangeran. Saya juga minta maaf kepada wolf Anda. Wolf dari Pangeran akan menangkap aroma mate dari orang-orang yang telah kehilangan mate nya. Dan Putri Iris memiliki itu." Kebahagiaan semalan terasa runtuh bagi Crush saat ini. Rasa senang yang ia dapat bisa hilang dalam sekejap mata. Bahkan Crush merasa jika dia tidak berguna bagi Owen. Merasakan jika sang wolf bersedih membuat Owen tak tega. Meskipun dia tak menginginkan mate, tapi Crush tampak begitu bersemangat ketika untuk pertama kalinya wolf itu merasakan kehadiran mate mereka. "Apa ini semacam kutukan, Wizard?" tanya Kennard. Meskipun dia sedikit kesal dengan sikap buruk sang putra, tapi ketika mendengar putranya tidak bisa memiliki mate sejati tentu membuat Kennard jadi ikut bersedih. "Bukan, Raja. Ini adalah takdir dari pencipta untuk Pangeran. Rambut itu adalah wujudnya," jawab Wizard Berta. "Apakah tidak ada solusi untuk ini, Wizard? Pasti kasus seperti ini pernah terjadi, bukan?" sahut Luc. Dia cukup prihatin dengan nasib sang keponakan. "Maafkan saya. Tapi, sepanjang sejarah, baru kali ini saya melihat ada orang yang memiliki rambut putih. Itu artinya baru pertama kali saya melihat ada takdir seseorang seperti ini." Jawaban sang wizard semakin membuat wolf Owen bersedih. Apakah ini artinya mereka akan terus hidup sendirian? "Benar, tidak ada mate ke dua. Itu sudah saya katakan sejak lama. Dengan takdir seperti ini Pangeran bisa memilih wanita siapa saja yang nantinya akan menjadi pendampingnya. Tentu saja wanita itu sudah kehilangan mate sejati." Jika demikian, siapa yang mau dengan takdir seperti itu? *** "Bibi ... sebenarnya apa yang terjadi semalam? Aku melihat Ayah, Ibu, dan kakak pergi bersama rombongan kerajaan wizard," tanya Agata yang sudah tak tahan ingin bertanya. Semalam dia ingin bertanya langsung kepada Owen, akan tetapi sang kakak menolak kehadiran orang lain di dalam kamarnya saat itu. "Semalam Owen menemukan mate nya. Dia adalah seorang putri dari kerajaan wizard," jelas Frey singkat. "Benarkah, Bi?" sahut Agata antusias. Frey mengangguk. "Tapi ... Kakak tidak suka dengan mate, Bibi. Kak Owen pernah berkata jika selamanya dia tidak akan bersama dengan mate." "Itu tidak mungkin, Agata. Kita semua tau bila kehadiran mate memiliki pengaruh besar. Contohnya Bibi dan Paman. Kamu tau juga kalau Bibi sudah lama tertidur. Tapi, Paman Luc setia berada di samping Bibi. Menguatkan Bibi untuk bertahan. Mungkin jika Paman tidak berada di sisi Bibi, sekarang kita tak mungkin bertemu seperti ini," kata Frey. Agata reflek memeluk bibi tercintanya itu. "Bibi benar-benar wanita yang kuat. Agata juga ingin menjadi seperti Bibi di masa depan nanti," ucap gadis itu. "Frey." Panggilan dari Luc membuat Frey memusatkan pikirannya. Frey memang berpesan kepada mate nya jika pembicaraan telah selesai, Luc harus menghubungi Frey. "Ya? Ada apa, Luc?" tanya Frey yang berkomunikasi dengan Luc lewat pikiran mereka. "Mari bertemu," kata Luc. Dua kata itu mampu membuat Frey terdiam. "Bi? Ada apa?" tanya Agata yang merasakan sang bibi sedikit tegang. _____ Sad banget dah takdir Owen dan Crush ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD